Banner

Kemenag Bakal Lakukan Perbaikan Kendala Pelaksanaan Haji

 Kemenag Bakal Lakukan Perbaikan Kendala Pelaksanaan Haji
Banner
Banner
Kemenag Bakal Lakukan Perbaikan Kendala Pelaksanaan Haji

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) melakukan rapat evaluasi akhir pelaksanaan haji tahun 2023, di Makassar Selasa, 3 Oktober 2023.

Dirjen PHU Kemenag Hilman Lathief mengatakan sebanyak 210.680 orang di Indonesia telah menunaikan ibadah Haji Reguler, sementara 18.320 orang melaksanakan Haji khusus pada tahun ini.

Ia mengatakan terspat sejumlah program-program atau layanan yang dijalankan selama pelaksanaan haji.

“Selama pelaksanaan haji Layanan jemaah haji ada program Pembinaan, Transportasi, Konsumsi, Armina, Layanan Lansia, Akomodasi, Kesehatan, dan Perlindungan,” tuturnya.

Terdapat juga Inovasi layanan haji 2023 diantaranya layanan ramah lansia dan Dissabilitas, perbaikan pengadaan layanan di Arab Saudi, mendorong penerapan Fikhut Taisir bagi Lansia dan Dissabilitas, dan Pengelolaan Dam Petugas Haji (Pilot Project).

Terdapat kendala selama pelaksanaan haji diantaranya, Transportasi Muzdalifah Jemaah terlambat diangkut karena kemacetan panjang di Muzdalifah Dampak Jemaah kelelahan dan pingsan.

Kemudian Tenda & Sanitasi di Armina beberapa Tenda kurang kapasitas (rasio jamaah lebih besar) Sanitasi di Armina tidak mencukupi/ TIDAK berfungsi optimal, sehingga berdampak terhadap kenyamanan istirahat jamaah, dan antrian panjang Jemaah ke sarana sanitasi.

Kendala lainnya, penerapan Visa Bio

Sulitnya perekaman sidik jari dan pengenalan wajah bagi sebagian jamaah karena memerlukan smartphone yang memiliki spek tinggi

Dampak: lambatnya proses visa, pecah kloter karena sebagian jemaah tidak selesai visanya.

Saat penerbangan haji terjadi perubahan jadwal dan kapasitas pesawat, Keterlambatan Keberangkatan (3-20 jam): 11, kloter Garuda, 11 kloter Saudia, Dampak pecah kloter, kesulitan akomodasi, konsumsi, katering, dan ketepatan waktu ibadah, khususnya di Madinah.

Banyak jemaah lansia yang tidak memenuhi istithaah kesehatan, tidak ada pendamping, dampknya angka rawat dan wafat yang tinggi, menyulitkan operasional lapangan (transportasi, akomodasi, kesehatan dan konsumsi).

Banyaknya kendala dari evaluasi tersebut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan umroh akan melakukan perbaikan diseluruh sektor yang bermasalah, utamanya pada sisi pengawasan, transportasi, perlindungan dan kesehatan bagi jemaah Haji.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *