Dari Makassar Langsung Lancar di Saudi, Ini Rahasia Sistem Baru Haji Tahun Ini
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Embarkasi Makassar mencatat sejumlah perubahan signifikan, mulai dari peningkatan kuota hingga hadirnya layanan baru yang mempermudah jemaah saat tiba di Arab Saudi.
Kepala Kanwil Kemenaj, Ikbal Ismail saat menyambut kedatanganan jemaah haji kloter 1 dari Kab. Soppeng, di Wisma Arafah Asrama Haji Sudiang Selasa (21/04) mengungkapkan bahwa kuota haji Sulawesi Selatan tahun ini mencapai 9.670 orang.
Rinciannya terdiri dari 9.110 jemaah reguler, 484 jemaah prioritas lansia, 25 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), serta 51 petugas haji daerah.
“Namun ada tambahan optimalisasi kuota dari provinsi lain sebanyak 77 orang, mutasi masuk 136 orang dan mutasi keluar 26 orang, sehingga total jemaah haji Sulawesi Selatan menjadi 9.857 orang,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan, kata Ikbal jumlah daftar tunggu (waiting list) jemaah haji di Sulawesi Selatan masih cukup tinggi. Per 20 April 2026, tercatat sebanyak 263.149 orang masih menunggu giliran berangkat dengan estimasi waktu tunggu hingga 26 tahun.
“Dulu bahkan ada daerah yang masa tunggunya sampai 50 tahun. Alhamdulillah sekarang rata-rata maksimal sekitar 26 tahun,” tambahnya.
Layani 8 Provinsi, Total 16.750 Jemaah
Embarkasi Makassar tahun ini tidak hanya melayani jemaah asal Sulawesi Selatan, tetapi juga dari tujuh provinsi lainnya, yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, serta Papua dan Papua Barat.
Total jemaah yang akan diberangkatkan melalui embarkasi ini mencapai 16.493 orang, didukung 86 Petugas Haji Daerah dan 171 Petugas Haji Kloter.
Secara keseluruhan, jumlah yang diberangkatkan mencapai 16.750 orang.
Jemaah akan diberangkatkan dalam 43 kelompok terbang (kloter) menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan armada Boeing 777.
Layanan Baru : Nusuk Dibagikan di Makassar, Imigrasi Saudi Dipindah
Ikbal menegaskan, terdapat dua layanan baru yang menjadi terobosan tahun ini. Pertama, pembagian kartu nusuk yang sebelumnya dilakukan di Mekkah kini sudah diselesaikan di Asrama Haji Embarkasi Makassar.
Kedua, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi yang sebelumnya dilakukan di Bandara Jeddah dan Madinah kini dipindahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin melalui skema Makkah Route.
“Artinya saat jemaah tiba di Arab Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan imigrasi. Semua sudah selesai di Makassar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah meninjau langsung kesiapan tim imigrasi Arab Saudi yang bertugas di Makassar dan memastikan seluruh proses berjalan optimal.
Proses Layanan Jemaah di Embarkasi
Selama berada di embarkasi, jemaah akan melalui sejumlah tahapan layanan administrasi yang dipusatkan di aula penerimaan.
Layanan tersebut meliputi pembagian dokumen akomodasi, kartu makan, gelang identitas, living cost, paspor, kartu nusuk, penentuan tempat duduk, hingga pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, panitia juga melakukan pemeriksaan khusus bagi wanita usia subur guna memastikan kondisi kesehatan jemaah.
“Jika ditemukan kehamilan dengan usia 16 sampai 24 minggu, maka jemaah tersebut tidak diberangkatkan,” tegas Ikbal.
Kloter Perdana dari Soppeng Diberangkatkan Dini Hari
Sementara itu, panitia telah menerima dan melepas kloter pertama asal Kabupaten Soppeng pada dini hari.
“Kami selaku panitia menerima dan melepas jemaah kloter satu dari Soppeng. Insya Allah diberangkatkan pukul 03.20,” ungkap Ikbal.
Kloter pertama ini menjadi istimewa karena seluruh jemaah berasal dari satu daerah tanpa gabungan. Pada hari yang sama, panitia juga dijadwalkan menerima kloter kedua pada pukul 11.00 dan memberangkatkannya pukul 07.05.
Dengan berbagai peningkatan layanan dan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi para jemaah sejak keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci. (RB).



