Banner

Kakanwil Kemenhaj Prov Papua, Sebut Skema Baru Berdasarkan Waiting List

 Kakanwil Kemenhaj Prov Papua, Sebut Skema Baru Berdasarkan Waiting List
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua menyebut kuota haji untuk wilayah Papua Raya pada musim haji 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Kanwil Kemenhaj Papua, Musa Narwawan mengatakan, tahun ini pemerintah pusat menetapkan kuota sebanyak 933 jamaah untuk wilayah Papua Raya.

Jumlah tersebut mencakup empat provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

“Untuk Provinsi Papua mendapatkan 933 kuota jamaah seluruh Papua Raya. Jadi dibagi untuk empat provinsi,” ujar Musa.

Ia menjelaskan, seluruh jamaah haji asal Papua masih tergabung dalam Embarkasi Hasanuddin Makassar. Dari total kuota tersebut, Papua mendapatkan dua kloter penuh dan satu kloter gabungan.
“Dua kloter penuh berasal dari Papua utuh, kemudian kloter 31 bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

Saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Sabtu (09/05) Menurut Musa, kuota Papua tahun ini menurun dibanding sebelumnya yang mencapai 1.076 jamaah. Penurunan itu terjadi akibat perubahan sistem pembagian kuota setelah kewenangan penyelenggaraan haji beralih dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.

“Sebelumnya rumus pembagian kuota berdasarkan jumlah penduduk muslim. Sekarang memakai rumus waiting list atau daftar tunggu sesuai undang-undang yang baru,” jelasnya.

Akibat perubahan formula tersebut, Papua mengalami pengurangan lebih dari 100 kuota jamaah sehingga total tersisa 933 jamaah untuk Papua Raya.

Selain membahas kuota, Musa juga mengingatkan calon jamaah haji asal Papua agar menjaga kondisi kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ia menilai cuaca ekstrem dan suhu panas menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah.

“Kami menekankan jamaah untuk meningkatkan kesehatan dan mengikuti arahan petugas kloter maupun tim kesehatan,” ujarnya.

Ia memastikan setiap kloter akan didampingi petugas lengkap mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah hingga dokter pendamping agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik, terutama saat puncak haji di Armuzna.

Sementara itu, terkait masa tunggu haji, Musa menyebut jumlah daftar tunggu jamaah haji Papua hingga akhir 2025 mencapai sekitar 26 ribu orang dengan estimasi masa tunggu 26 tahun.

“Masa tunggu sekarang rata-rata 26 tahun secara nasional. Sebelumnya sekitar 27 sampai 28 tahun,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat terus berupaya menekan daftar tunggu jamaah haji. Salah satu opsi yang sedang diwacanakan yakni program fast track serta kemungkinan tambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kalau nanti ada tambahan kuota dari Arab Saudi, tentu itu bisa membantu mengurangi daftar tunggu jamaah haji,” tutupnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *