Saifuddin, Berangkat Haji dengan Harapan Bisa Melihat Lagi
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Perjalanan menuju Tanah Suci menjadi momen penuh haru bagi Saifuddin, seorang jemaah haji asal Kabupaten Sinjai yang telah kehilangan penglihatannya sejak tahun 1997.
Di tengah keterbatasannya, pria kelahiran 1967 itu akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji setelah menunggu sejak mendaftar pada tahun 2014.
Saifuddin mengaku biaya haji dikumpulkannya sendiri sedikit demi sedikit dari usaha kios kecil yang ia jalankan di pulau tempat tinggalnya di Kabupaten Sinjai.
“Alhamdulillah usaha sendiri,” ujarnya saat ditemui sebelum keberangkatan.
Sehari-hari, Saifuddin berdagang kebutuhan pokok seperti minyak tanah, solar, tabung gas, beras hingga gula pasir. Selain berdagang, ia juga menjadi imam masjid di pulau tersebut dengan honor sekitar Rp200 ribu per bulan.
Meski hidup sederhana, tekadnya untuk berhaji tidak pernah surut. Ia mengaku setoran awal haji dikumpulkan dari hasil usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain.
“Sedikit-sedikit dikumpul,” katanya.
Awalnya, Saifuddin mendaftar haji di Kupang pada 2014 karena memiliki keluarga di sana. Namun, beberapa waktu lalu datanya dipindahkan ke Sinjai agar lebih mudah didampingi keluarga saat keberangkatan.
Ia berangkat bersama empat orang sepupu dan kerabat dekat yang akan membantunya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Saifuddin bercerita, gangguan penglihatan yang dialaminya bermula saat masih muda. Setelah tamat SD dan hendak melanjutkan sekolah ke SMP, matanya mulai sakit dan penglihatannya perlahan kabur.
“Dulu mata saya merah dan terasa seperti ditusuk jarum,” kenangnya.
Karena keterbatasan pengobatan saat itu, kondisi matanya terus memburuk hingga akhirnya benar-benar tidak dapat melihat sejak tahun 1997.
Meski demikian, semangat Saifuddin untuk berhaji tetap besar. Bahkan, ia memilih tetap berjalan kaki dibanding menggunakan kursi roda selama menjalankan ibadah nanti.
Saat ditanya doa yang paling ingin dipanjatkan di Tanah Suci, Saifuddin menjawab lirih namun penuh harapan.
“Berdoa supaya bisa melihat lagi,” ucapnya.
Ia percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Harapan itu muncul setelah mendengar banyak kisah jemaah yang diberi kesembuhan saat berada di Tanah Suci.
Selain berharap diberi kesehatan dan keselamatan, Saifuddin juga ingin pulang menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Untuk bekal perjalanan, ia membawa beras, ikan kering, dan kue tradisional khas Sinjai yang dibuat keluarganya.
“Semoga selamat pergi dan pulang sehat,” tuturnya penuh harap.(RB)



