Banner

Kloter 29, Bawa Kursi Roda dari Papua, Puluhan Jamaah Bersiap Jalani Haji 2026

 Kloter 29, Bawa Kursi Roda dari Papua, Puluhan Jamaah Bersiap Jalani Haji 2026
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Kloter 29 jamaah haji asal Papua tiba di Embarkasi Makassar dengan total 393 jamaah termasuk petugas tibadi Wisma Arafah, Asrama Haji Sudiang, Jam 08.00 pagi, (11/05) .

Dari jumlah tersebut, puluhan jamaah tercatat membutuhkan pendampingan khusus karena faktor usia dan kondisi fisik.

Ketua Kloter 29 Papua, Mihraini Karim mengatakan, sekitar sepertiga jamaah dalam kloter tersebut merupakan kategori lanjut usia atau lansia.

“Lansia memang cukup banyak, sekitar sepertiga dari total jamaah,” ujarnya.

Mihraini menjelaskan, terdapat lebih dari 20 jamaah yang membutuhkan kursi roda saat menjalankan ibadah haji nanti di Tanah Suci. Sebagian jamaah membawa kursi roda sendiri dari Papua, sementara lainnya hanya terdata membutuhkan bantuan mobilitas.

“Ada sekitar 15 jamaah yang membawa kursi roda sendiri dan sekitar 8 jamaah lainnya yang membutuhkan kursi roda,” jelasnya.

Menurut Mihraini, sebagian besar jamaah yang meminta fasilitas kursi roda bukan karena sakit berat, melainkan mempertimbangkan kondisi fisik saat menjalani ibadah dengan mobilitas tinggi seperti tawaf.

“Mereka merasa mungkin nanti tidak sanggup berdesak-desakan atau berjalan jauh saat ibadah,” katanya.

Kloter 29 Papua juga memiliki rentang usia jamaah yang cukup beragam. Jamaah tertua tercatat berusia 91 tahun, sedangkan yang termuda berusia 18 tahun melalui mekanisme pelimpahan nomor porsi haji dari ahli waris.

“Pelimpahan nomor porsi itu ada aturannya dan tidak bisa dilakukan sembarangan,” tambahnya.

Mihraini menyebut rata-rata masa tunggu jamaah haji asal Papua mencapai sekitar 13 tahun.

Sementara itu, kondisi jamaah secara umum dinilai cukup baik setibanya di Embarkasi Makassar. Meski demikian, beberapa jamaah lansia masih membutuhkan perhatian khusus dari petugas.

“Ada jamaah lansia yang sempat kebingungan karena baru pertama kali berada di lingkungan ramai, bahkan sampai lupa sedang berada di mana,” ungkapnya.

Untuk keberangkatan tahun ini, Papua mendapatkan kuota sekitar 939 jamaah yang terbagi dalam Kloter 27, Kloter 29, dan sebagian tergabung di Kloter 31 bersama jamaah asal Sulawesi Selatan.

Mihraini  mengaku terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah, terutama lansia, melalui koordinasi dengan ketua rombongan dan pendamping jamaah di masing-masing kelompok.

“Kami selalu mengingatkan ketua rombongan agar terus memantau jamaah yang membutuhkan pendampingan,” tutupnya.

Provinsi Papua memberangkatkan enam Kabupaten dari provinsi Papua, kab.Asmat, Merauke, Jayapura, Mimika, Mampi dan kab. Sarmi. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *