Embarkasi Makassar Siaga Penuh, 43 Kloter Siap Diberangkatkan Tanpa Kendala
Makassar, Radioalmarkaz.co.id- Kanwil Kementerian Haji dan Umrah menggelar Apel Siaga PPIH Embarkasi Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Senin (20/04).
Asisten I bidang pemerintahan Ishaq Iskandar memyampaikan dalam sambutannya, Embarkasi Makassar siapan penuh dalam menyambut kedatangan calon jemaah haji tahun ini. Kesiapan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Haji dan Umrah sebagai leading sektor, serta dukungan seluruh stakeholder terkait.
Dalam arahannya, petugas haji diingatkan untuk tidak bekerja secara lambat atau menunda-nunda pelayanan. Kata Ishaq seluruh proses diminta dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik melalui penguatan kolaborasi antar petugas di lapangan.
Selain kecepatan layanan, pendekatan humanis juga menjadi perhatian utama. Petugas diminta mengedepankan empati, terutama dalam melayani jemaah dengan risiko tinggi seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan kebutuhan khusus lainnya.
“Utamakan pelayanan yang humanis. Banyak jemaah kita masuk kategori risiko tinggi, seperti lansia dan kebutuhan khusus, ini harus benar-benar diperhatikan,” disampaikan dalam arahan kepada petugas.
Tak hanya itu, seluruh proses pelayanan juga harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke daerah masing-masing.
Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ishaq juga ingatkan petugas untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan tugas. Mengingat padatnya jadwal pelayanan selama musim haji, stamina dan kekompakan tim menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pelayanan.
“Jaga kesehatan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Ini tugas mulia, insyaAllah bernilai pahala,” lanjutnya.
Di sisi lain, Embarkasi Makassar juga memberikan perhatian khusus pada aspek konsumsi. Petugas catering diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan yang dibawa jemaah dari daerah asal, seperti burasa, ketupat, dan makanan tradisional lainnya.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang dibawa tidak dalam kondisi basi atau kadaluwarsa, sehingga tidak membahayakan kesehatan jemaah selama berada di embarkasi.
Dengan berbagai langkah antisipatif dan kesiapan yang telah dimatangkan, Embarkasi Makassar optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik. Diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan Ikbal Ismail menuturkan bahwa kloter pertama dijadwalkan masuk embarkasi pada pukul 08.00 dan diberangkatkan pukul 03.20 dini hari. Sementara kloter kedua akan diterima pukul 11.00 dan diberangkatkan pukul 07.00.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar akan memberangkatkan sebanyak 16.750 jemaah yang terbagi dalam 43 kelompok terbang (kloter) selama 30 hari operasional. Jemaah tersebut berasal dari delapan provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Seluruh layanan bagi jemaah akan dipusatkan dalam satu lokasi melalui sistem one stop service. Mulai dari pemeriksaan dokumen, pembagian kartu nusuk, hingga proses istirahat jemaah dilakukan dalam satu aula sebelum keberangkatan.
“Setelah semua proses selesai, jemaah akan beristirahat kurang lebih 24 jam sebelum diberangkatkan,” jelasnya.
Tahun ini juga terdapat sejumlah pembaruan dalam pelayanan. Salah satunya adalah pembagian kartu nusuk yang kini dilakukan langsung di embarkasi oleh pihak syarikah, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan di Makkah.
Selain itu, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi kini dilakukan di Bandara Sultan Hasanuddin melalui program Makkah Route. Dengan sistem ini, pemeriksaan paspor dan identitas jemaah dilakukan sebelum keberangkatan, sehingga mempercepat proses setibanya di Arab Saudi. (RB)



