Banner

Rapat Evaluasi Haji 2026, Ikbal Ismail Minta Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Diperketat

 Rapat Evaluasi Haji 2026, Ikbal Ismail Minta Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Diperketat
Banner
Banner

MAKASSAR,Radioalmarkaz.co.id- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulsel menggelar rapat evaluasi pelayanan jamaah haji Embarkasi Makassar di Wisma Arfah Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (20/5).

Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Ikbal Ismail dan didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid.

Dalam rapat itu, PPIH mengevaluasi sejumlah aspek pelayanan selama proses pemberangkatan jamaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ikbal Ismail mengatakan, evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul selama proses pelayanan jamaah di Embarkasi Makassar.

“Rapat evaluasi ini kita ingin melihat apa kekurangan-kekurangan dan kendala-kendala yang kita hadapi pada saat pemberangkatan jamaah haji tahun ini,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan utama yang menjadi perhatian adalah proses penyelesaian visa jamaah haji. Ke depan, pihaknya berharap seluruh visa jamaah sudah tuntas sebelum jamaah memasuki Asrama Haji Sudiang.

“Sehingga tidak ada lagi jamaah yang tertunda keberangkatannya akibat visa yang belum selesai,” katanya.

Selain visa, pelayanan kesehatan jamaah juga menjadi sorotan penting dalam evaluasi tersebut. Ikbal menilai pemeriksaan kesehatan jamaah di daerah asal perlu diperketat agar calon jamaah yang diberangkatkan benar-benar memenuhi syarat istitha’ah kesehatan.

Ia menegaskan, langkah itu penting untuk menekan angka kesakitan maupun kematian jamaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

“Pemeriksaan kesehatan harus lebih maksimal sehingga jamaah yang berangkat benar-benar sehat dan mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri,” ucapnya.

PPIH Sulsel juga mengevaluasi pelayanan di lingkungan Asrama Haji Makassar, mulai dari penerimaan jamaah, akomodasi, konsumsi hingga proses pelepasan keberangkatan.

Menurut Ikbal, koordinasi antarsektor pelayanan harus terus diperkuat agar jamaah merasa nyaman dan lebih fokus mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Kita harapkan semua sektor bisa berkoordinasi dan berkolaborasi lebih baik lagi,” katanya.
Terkait jamaah yang batal berangkat, Ikbal menyebut penyebab utamanya berasal dari faktor kesehatan, seperti sakit, hamil hingga dinyatakan tidak layak terbang.
“Ada yang hamil, ada yang sakit dan ada yang tidak layak terbang. Sebagian sudah dipulangkan ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Meski demikian, jumlah jamaah yang batal berangkat tahun ini dinilai masih sangat kecil dibanding total kuota jamaah Embarkasi Makassar.
“Tahun ini kuota kita sekitar 9.870 jamaah, sementara yang tidak berangkat hanya tujuh orang. Jadi masih sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, hingga pemberangkatan Kloter 43 yang dijadwalkan berlangsung Kamis (21/5), jumlah jamaah yang akan diberangkatkan diperkirakan sekitar 256 orang.

Ikbal menjelaskan, khusus Kloter 43 akan menggunakan pesawat Airbus 300 dengan kapasitas 360 kursi, berbeda dengan kloter sebelumnya yang menggunakan pesawat Boeing Triple Seven.

“Karena jumlah jamaahnya hanya sekitar 250 orang, maka pesawat yang digunakan adalah Airbus 300,” ujarnya.

PPIH Sulsel juga mengimbau keluarga jamaah, khususnya yang berasal dari daerah jauh, agar tidak menjemput jamaah langsung di Asrama Haji Sudiang saat kepulangan nanti.

Menurut Ikbal, pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas penjemputan jamaah di daerah masing-masing, seperti di Islamic Center maupun Masjid Al-Markaz. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *