Banner

Tiga Kloter Haji Sudah Tiba di Makassar, 1.174 Jemaah Kembali ke Sulsel

 Tiga Kloter Haji Sudah Tiba di Makassar, 1.174 Jemaah Kembali ke Sulsel
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id-Debarkasi Makassar terus menerima kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Selatan dari Tanah Suci. Hingga Rabu (3/6/2026) sore, sebanyak tiga kelompok terbang (kloter) telah tiba dengan total 1.174 jemaah.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan kloter terakhir yang tiba pada sore hari berasal dari Kabupaten Bone. (RB)

“Alhamdulillah, pada sore hari ini sudah tiga kloter kami terima. Baru saja tiba Kloter 3 asal Kabupaten Bone. Total jemaah yang telah kami terima sebanyak 1.174 orang,” ujar Ikbal Ismail di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, dari 392 jemaah Kloter 3 yang seharusnya tiba bersama rombongan, terdapat satu jemaah yang masih menjalani perawatan di Makkah karena kondisi kesehatan.

“Satu jemaah masih sakit dan sementara dirawat di Makkah. Jika kondisinya sudah pulih dan dinyatakan layak terbang, maka akan dipulangkan bersama kloter berikutnya,” jelasnya.

Selain kepulangan jemaah, perhatian publik juga tertuju pada tradisi sebagian jemaah, khususnya perempuan, yang mengenakan busana khas Bugis-Makassar dengan hiasan mencolok atau yang populer disebut busana “blink-blink” saat tiba di Tanah Air.

Ikbal juga merespon penggunaan busana menurutnya tidak ada larangan dari debarkasi Makassar  karena merupakan bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Selatan.

“Pada prinsipnya kami tidak melarang karena itu merupakan budaya orang Bugis-Makassar. Kami bangga budaya daerah tetap digunakan oleh jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci,” katanya.

Meski demikian, pihaknya terus mengingatkan agar busana yang dikenakan tetap memperhatikan ketentuan syariat Islam, terutama dalam hal menutup aurat.

“Kami berharap ibu-ibu yang mengenakan busana khas tersebut tetap menutup aurat, terutama bagian leher,” ujarnya.

Untuk mendukung kebutuhan jemaah sebelum bertemu keluarga di kampung halaman, pengelola Asrama Haji Sudiang juga menyediakan layanan make up bagi jemaah perempuan.

Menurut Ikbal, layanan tersebut lahir dari kebutuhan yang selama ini muncul setiap musim haji. Pada tahun-tahun sebelumnya, banyak jemaah mencari jasa perias secara mandiri sebelum meninggalkan asrama.

“Karena memang ada kebutuhan dari jemaah, teman-teman Asrama Haji berinisiatif memfasilitasi tempat khusus untuk make up. Tujuannya agar jemaah bisa tampil lebih rapi dan percaya diri saat bertemu keluarga setelah sekian lama berpisah,” ungkapnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *