Dongkrak Capaian BIAN, Pemerintah Sulsel Gencarkan Sosialisasi Imunisasi

MAKASSAR, RAZFM – Sejak dimulai 18 Mei 2022, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berupaya mempercepat Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di seluruh daerah dengan target capaian 95% yang akan berakhir pada tanggal 13 September 2022.
Dari data cakupan Nasional sampai tanggal 9 Agustus 2022 capaian imunisasi Campak dan Rubela Sulsel mencapai 68%. Secara Nasional Sulsel peringkat kedua BIAN saat ini dengan capaian 67%, dimana peringkat pertama di tempati oleh Provinsi Lampung dengan capaian 72,7%.
Hingga hari ini Daerah yang berhasil mencapai target 95% yaitu Kab. Pinrang 97,9% dan Kab. Luwu 97,1% sedangkan capaian terendah di tempati oleh kota Makassar dengan capaian 52,1%. Rendahnya capaian imunisasi kota Makassar, dikarenakan populasi anak yang besar serta masalah penjangkauan.
Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi dr. Prima Yosephine mengatakan Selain Imunisasi Campak dan Rubela, yang menjadi PR pemerintah di BIAN saat ini adalah imunisasi kejar, dengan nilai masih sangat rendah, sehingga perlu strategi yang tepat untuk mencapai target.
“Sulsel di tempat ke-2 tapi itu baru imunisasi campak Rubella, ada 2 hal yg harus kita kerjakan di bian, imunisasi campak rubella dan imunisasi kejar. Imunisasi kejar kita, masih lumayan rendah jadi harus kita dorong sehingga sejalan peringkatnya dengan campak rubella, “ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UNICEF Perwakilan Wilayah Sulawesi Maluku Henky Widjaja menjelaskan, strategi agar capaian imunisasi meningkat dengan penyadaran kepada murid dan orang tua murid serta layanan yang ada di posyandu juga perlu ditingkatkan.
“Unicef juga ada untuk social changes in behavior (Perubahan Perilaku), kita juga berusaha mencari inovasi yang memungkinkan seperti campain melalui video sosial, tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan daerah dan itu salah satu cara yang paling efektif,” terangnya.
Lebih lanjut, Henky menambahkan Selain mengejar target BIAN, Unicef terus memperkuat Dinas Kesehatan Kabupaten Kota supaya punya kapasitas untuk melanjutkan program imunisasi rutin.
“Kalau BIAN memang program yah, tapi kalau imunisasi rutin harus terus berlanjut. Jadi kapasitas ini yang terus kami bangun berbarengan dengan pelaksanaan BIAN,” ujarnya.



