Banner

BPJS Kesehatan Perluas Edukasi JKN Lewat Dai dan Daiyah di Sulsel

 BPJS Kesehatan Perluas Edukasi JKN Lewat Dai dan Daiyah di Sulsel
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – BPJS Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui para dai dan daiyah di Sulawesi Selatan.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan, insan dakwah memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai pentingnya kepesertaan JKN kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Akmal dalam kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) di Hyatt Place Makassar, Rabu (23/9/2026).

Menurut Akmal, Program JKN dibangun dengan prinsip gotong royong. Pembiayaan program melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha, pekerja, hingga peserta mandiri.

“Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu prinsipnya adalah gotong royong. Jadi harus sama-sama,” ujar Akmal.

Ia menjelaskan, pemerintah turut memberikan dukungan pembiayaan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Akmal menyebut sekitar 96,8 juta masyarakat masuk dalam kelompok penerima bantuan iuran yang pembiayaannya ditanggung negara.

Selain peserta PBI, terdapat pula peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah daerah, pekerja melalui mekanisme iuran bulanan, serta peserta mandiri.

Akmal menekankan pentingnya masyarakat memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Menurutnya, kebutuhan pelayanan kesehatan dapat muncul sewaktu-waktu dan biaya pengobatan penyakit tertentu dapat mencapai nilai yang cukup besar.

“Bapak ibu sekalian, sakit itu tidak ada jadwalnya. Kita tidak bisa mengatur kapan kita akan sakit,” katanya.

Karena itu, edukasi mengenai manfaat JKN dan pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Akmal mengatakan BPJS Kesehatan tidak dapat menjalankan edukasi tersebut sendirian. Untuk itu, pihaknya menggandeng MUI dan para dai serta daiyah sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami meminta dukungan agar bapak ibu mempersamai BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan ini tidak bisa berdiri sendiri,” ujarnya.

Ia menilai forum keagamaan dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk menyampaikan edukasi JKN. Salah satunya melalui kegiatan salat Jumat yang berlangsung secara rutin di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melalui Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. dr. Evi Mustikawati, juga mendorong para dai dan daiyah ikut memperkuat sosialisasi JKN.

Menurut Evi, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan MUI dapat memperluas pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas para dai dan daiyah dalam menyampaikan pesan kesehatan.

“Kesehatan bukan hanya persoalan medis. Kesehatan adalah bagian dari kualitas kehidupan dan bagian dari ikhtiar kita menjaga kemaslahatan manusia,” kata Evi membacakan sambutan Gubernur Sulsel.

Andi Sudirman berharap sinergi BPJS Kesehatan dan MUI dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai perlindungan kesehatan.

Melalui Tasbih JKN, BPJS Kesehatan berharap peran insan dakwah dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat mengenai Program JKN dan pentingnya memastikan kepesertaan tetap aktif. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *