YMH Perluas Jangkauan Deteksi HIV Lewat Sinergi Stakeholder

MAKASSAR, RAZFM – Yayasan Mitra Husada atau (YMH) menggelar pertemuan evaluasi program pencegahan HIV/AIDS bagi Pekerja Seks Perempuan (PSP) bersama Dinas Kesehatan Makassar, Dinas Sosial Makassar, Komisi Penanggulangan HIV AIDS Sulsel beserta stakeholder lainnya di Makassar, Rabu (17/05).
Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana capaian program dan menilai efektivitas strategi yang telah dilakukan demi mewujudkan Ending Aids 2030.
Pertemuan kedua YMH dengan stakeholder pada kuartal enam tahun 2023 ini juga sebagai upaya meningkatkan efektivitas program serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi program.
Muhammad Azwar selaku koordinator program PSP YMH menjelaskan dengan adanya pertemuan ini para mitra atau stakeholder dari pemerintah mapun NGO berkesempatan membahas isu-isu terkait PSP dan HIV yang sedang berkembang di masyarakat seperti stigma dan diskriminasi, permasalahan akses terhadap pelayanan kesehatan, dan upaya- upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
“Menuju ending Aids 2030 tentunya perlu kolaborasi antara NGO dan stakeholder lainnya yang tidak hanya bergerak di bidang HIV tetapi semua lintas sektor, bagaimana mengetahui informasi dasar tentang HIV karena masih banyak stigma dan diskriminasi muncul akibat dari ketidaktahuan masyarakat awam,” tukasnya.
“Makanya dengan adanya pertemuan ini diharapkan semua orang yang mau terlibat, semua orang peduli dan mau mensosialisasikan bagaimana pencegahan HIV,” terang Azwar.
Dari hasil forum diskusi itu, Azwar menjelaskan ada satu masukan yang baik dari Dinas kesehatan Makassar yakni memudahkan PSP dalam mengakses layanan kesehatan.
Sebagai contoh di puskesmas Jongaya dan puskesmas Andalas memberikan Ekstra Hour atau tambahan jam pelayanan bagi PSP dan populasi kunci lainnya dalam mengakses layanan kesehatan.
“Sebelumnya waktu pelayanan di Fasilitas kesehatan itu sudah tutup pada pukul 2 siang kini diperpanjang hingga pukul 6 sore,” Imbuhnya.
Pengelola Program HIV kota Makassar, Harfianti Firman mengungkapkan layanan Ekstra Hour tersebut sudah lama berjalan yang anggarannya dari lembaga donor Global Fund.
“Dua layanan itu ada karena memang program pendanaan lembaga donor global fund menghadirkan inobasi Ekstra Hour,” paparnya.
“Ini sudah bertahun-tahun jalan di Makassar sebenarnya, tapi di gilir karena layanannya hanya dua kadang tiga layanan,” kata Harfianti.
Ia menuturkan penambahan jam layanan itu untuk memfasilitasi populasi kunci yang tidak bisa datang di jam layanan.
“Populasi kunci aktifitasnya mereka dimalam hari, terkadang bangun pagi itu agak susah sehingga datang kelayanan tidak bisa karena layanan buka hanya sampai jam 2,” bebernya.
Yanti sapaan akrab Harfianti mengemukakan PSP menjadi perhatian utama, sebab masih cendrung sedikit yang mengakses layanan Ekstra Hour ini.
“Cuman untuk PSP dibanding populasi kunci seperti Waria LSL dan lainnya ini masih enggan ke layanan, nah ini menjadi diskusi bersama, jadi mau dicari lagi permasalahannya apa,” kata Yanti.
Diketahui layanan Kesehatan Ekstra Hour ini dibuka seminggu sekali Rabu di Puskesmas Jongaya dan Kamis di Puskesmas Andalas, mulai
pukul 02.00 siang hingga pukul 06.00 sore.
Selain itu lembaga NGO yang tergabung memiliki peran untuk menjangkau komunitas pekerja seks untuk mau berobat melalui faskes yang telah disediakan.
“Makanya butuh kerjasama dari NGO, untuk menjangkau sesama komunitas pekerja seks, supaya bisa kita memperluas lagi info, siapa tau memang belum meluas ini informasi layanan kesehatan,” ujar Yanti.
Kedepannya untuk memaksimalkan program pencegahan HIV ini, NGO diarahkan tidak hanya menjangkau pekerja seks yang berada dilokasi tapi juga bagaimana menjangkau sosial media yang menjadi wadah transaksi pekerja seks.
Bentuk upaya lainnya ialah YMH bersama mitra lainnya melakukan mobilisasi ke hot spot PSP seperti tempat karaoke, pijat, club malam, serta tempat hiburan lainnya untuk dilakukan testing HIV. (SB)



