Posko Mudik BPJS Kesehatan Siaga 24 Jam Layani Pemudik di Pelabuhan Makassar
Makassar,Radioalamrkaz.co.id- BPJS Kesehatan menghadirkan Posko Mudik di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar guna memberikan layanan kesehatan bagi para pemudik selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Posko ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperbarui semangat kebersamaan bersama keluarga setelah menjalani aktivitas di perantauan.
“Dalam filosofi sederhana saya, mudik dimaknai sebagai perjalanan kembali ke asal untuk mempererat silaturahmi dan memperbarui semangat kebersamaan. Namun di balik kebahagiaan itu, perjalanan mudik juga memiliki tantangan, terutama terkait kondisi kesehatan para pemudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jutaan masyarakat melakukan perjalanan jarak jauh secara bersamaan melalui berbagai moda transportasi dengan waktu tempuh yang panjang. Oleh karena itu, kehadiran layanan kesehatan yang mudah diakses selama perjalanan menjadi sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
Kata Akmal, Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memastikan prinsip portabilitas tetap dijalankan, sehingga peserta dapat mengakses layanan kesehatan di mana saja tanpa harus kembali ke daerah asal.
“Peserta JKN bisa mengakses layanan kesehatan di lokasi mana pun ketika membutuhkan, termasuk saat mudik. Prinsip portabilitas ini benar-benar kami jaga,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan Posko Mudik di delapan titik strategis di seluruh Indonesia, termasuk Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, sejumlah rest area, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merupakan simpul pergerakan pemudik dengan volume yang tinggi setiap tahunnya.
Awalnya posko mudik ini direncanakan beroperasi selama empat hari. Namun setelah evaluasi, masa operasionalnya diperpanjang menjadi enam hari, hingga 18 Maret 2026.
“Melalui posko ini kami ingin memastikan pemudik tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama perjalanan. Posko beroperasi 24 jam dengan dukungan tenaga medis profesional,” katanya.
Di posko tersebut, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai layanan mulai dari konsultasi kesehatan, pemeriksaan sederhana, pemberian obat-obatan, hingga penanganan medis awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
Selain itu tersedia juga ambulans siaga, fasilitas istirahat, makanan, minuman, serta layanan pengisian daya bagi pemudik.
Lanjut, tak hanya layanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan administrasi kepesertaan. Hal ini untuk membantu peserta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan di mana pun berada.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi kehadiran Posko Mudik BPJS Kesehatan yang kembali hadir untuk tahun kedua di Kota Makassar.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar kami tentu sangat mengapresiasi hadirnya posko mudik ini. Apalagi ini sudah tahun kedua dan difasilitasi oleh Pelindo sehingga memberikan kenyamanan bagi para pemudik,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik penambahan masa operasional posko yang diperpanjang hingga enam hari.
Menurutnya, kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu para pemudik untuk memeriksakan kondisi kesehatan selama perjalanan.
Namun Aliyah juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menuntut hak pelayanan kesehatan, tetapi juga memenuhi kewajiban sebagai peserta BPJS Kesehatan.
“Saya juga mengingatkan kepada masyarakat agar jangan hanya menikmati pelayanan kesehatannya saja, tetapi juga tetap patuh membayar iuran BPJS sebagai kewajiban,” tegasnya.
Di posko tersebut disiagakan delapan tenaga kesehatan yang bertugas secara bergantian. Dalam setiap shift terdapat satu dokter dan satu perawat yang siap melayani pemudik.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit tertentu, seperti dugaan kasus campak atau kondisi medis lain yang membutuhkan penanganan lanjutan, petugas akan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat. Ambulans juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Untuk kapasitas pelayanan, posko tersebut saat ini mampu melayani sekitar lima orang pemudik dalam satu waktu pemeriksaan.
Ke depan, BPJS Kesehatan bersama Pelindo juga berencana melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan posko mudik tahun ini. Jika terjadi peningkatan jumlah pemudik yang memanfaatkan layanan, tidak menutup kemungkinan fasilitas posko akan diperluas agar lebih representatif dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat. (RB)



