Banner

Pemuda Makassar Serukan Perlawanan terhadap Disinformasi di Era AI

 Pemuda Makassar Serukan Perlawanan terhadap Disinformasi di Era AI
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Puluhan pemuda Makassar mendeklarasikan komitmen untuk menjaga persatuan serta melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian di tengah derasnya arus informasi digital.

Deklarasi tersebut menjadi penutup diskusi refleksi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang digelar Karang Taruna Sulawesi Selatan di Hometown Kopizone, Makassar, Rabu (28/10).

Kegiatan bertema Lumbung Pangan dan Poros Maritim itu diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Makassar.

Selain membahas program pemerintah di sektor pangan dan kemaritiman, diskusi juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas informasi dan mencegah penyebaran kabar bohong.

Akademisi Universitas Cokroaminoto Makassar sekaligus pemerhati media, Ibnu Munsir, mengatakan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat masyarakat perlu semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Menurutnya, media sosial memungkinkan informasi menjangkau masyarakat dalam waktu singkat. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan ketika informasi yang beredar tidak didukung data yang akurat.

Karena itu, mahasiswa sebagai kelompok yang aktif menggunakan teknologi digital diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun ruang informasi yang sehat.

“Media ini memiliki peran strategis yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan masyarakat. Media menjadi jembatan di tengah arus perkembangan teknologi yang serba AI,” ujarnya.

Ibnu juga mengingatkan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap diperlukan dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan berdasarkan fakta dan disertai masukan yang konstruktif.

Menurutnya, masyarakat perlu membedakan kritik yang bertujuan memperbaiki kebijakan dengan penyebaran informasi yang berpotensi menyesatkan atau memicu permusuhan.

Refleksi Kebijakan Pemerintah

Dalam diskusi tersebut, peserta turut membahas program Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, pencetakan sawah baru, hingga Makan Bergizi Gratis.

Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan, Harmansyah, menilai program penguatan sektor pertanian dan kelautan perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan, termasuk membantu petani memasarkan hasil produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.

Sementara itu, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir melalui dukungan infrastruktur dan fasilitas pendukung perikanan.

Harmansyah juga mengajak mahasiswa untuk tetap menjalankan fungsi pengawasan dengan menyampaikan kritik dan masukan terhadap pelaksanaan program pemerintah.

Menurutnya, partisipasi masyarakat diperlukan agar berbagai kebijakan dapat dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Ibnu menambahkan, penilaian terhadap program pemerintah perlu dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan manfaat sekaligus kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

Ia mencontohkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program yang menurutnya layak mendapat apresiasi apabila terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendidikan.

Namun, apresiasi tersebut tidak berarti mengabaikan evaluasi terhadap pelaksanaannya.

“Kalau program itu dijalankan dengan bagus, dengan baik, apa salahnya kita memberi apresiasi? Kalau ada perbaikan, kita memberi masukan dan solusi yang berimbang serta berbasis data,” katanya.

Pemuda Diajak Menjadi Pengguna Informasi yang Bertanggung Jawab

Diskusi yang melibatkan puluhan mahasiswa tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai kebijakan publik, tantangan media digital, dan peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Melalui deklarasi di akhir kegiatan, para pemuda menyatakan komitmen untuk menjaga persatuan serta menolak disinformasi, fitnah, dan kebencian.

Komitmen tersebut sejalan dengan pentingnya membangun budaya bermedia yang bertanggung jawab, termasuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya dan menghindari penyebaran konten yang dapat memicu perpecahan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, keterlibatan generasi muda diharapkan tidak hanya sebatas menggunakan media digital, tetapi juga ikut menjaga agar ruang publik tetap sehat, informatif, dan terbuka terhadap perbedaan pendapat. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *