Ramaikan GIAS 2026; BYD Perkuat Perluasan Jaringan Dealer
MAKASSAR – Pasar kendaraan listrik di Sulawesi menunjukkan perkembangan positif. PT BYD Motor Indonesia mencatat lebih dari 1.100 keluarga di kawasan Sulawesi telah mempercayakan kebutuhan mobilitas mereka kepada kendaraan BYD.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia Timur, seiring meningkatnya pilihan model dan meluasnya jaringan layanan kendaraan listrik.
Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari, mengatakan perusahaan terus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui perluasan jaringan dealer dan pengembangan produk yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Menurut Pramita, jaringan BYD saat ini telah menjangkau lebih dari 110 titik di Indonesia. Khusus wilayah Sulawesi, tujuh lokasi telah beroperasi dan perusahaan berencana memperluas jaringannya hingga mencakup 12 lokasi tambahan.
“Kami ingin terus melayani pelanggan dan memperluas jaringan dealer di provinsi ini,” kata Pramita saat peluncuran GIIAS Makassar 2026, Rabu (28/10).
Ia mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia turut membuka peluang bagi produsen untuk memperkenalkan teknologi dan pilihan kendaraan yang semakin beragam.
Berdasarkan data yang disampaikan Pramita, penjualan kendaraan BYD Group di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 46.700 unit. Perusahaan juga mengklaim menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Sementara secara global, BYD telah menjangkau lebih dari 122 negara. Hingga September 2026, penjualan kendaraan perusahaan tersebut tercatat melampaui 3,1 juta unit.
Pramita menilai transformasi menuju elektrifikasi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Sebab, menurut dia, sebagian besar pasar kendaraan masih bergantung pada mobil berbahan bakar bensin.
Kondisi tersebut mendorong BYD mengembangkan pilihan teknologi yang dapat menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.
Salah satu segmen yang menjadi perhatian adalah kendaraan multiguna atau multi-purpose vehicle (MPV). Pramita menyebut lebih dari 30 persen pasar kendaraan penumpang di Indonesia berasal dari segmen tersebut.
Karena itu, BYD mengembangkan keluarga M6 dengan pilihan teknologi kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV) dan teknologi DM yang menggabungkan sistem penggerak listrik dengan mesin pembakaran internal.
Kehadiran kedua pilihan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi dengan kebutuhan penggunaan yang berbeda.
“Di sinilah peluang transformasi sangat besar. Satu teknologi saja tidak dapat menjawab semua kebutuhan,” ujarnya.
Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperluas penerimaan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Melalui GIIAS Makassar 2026 yang berlangsung di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, BYD juga berkesempatan memperkenalkan teknologi dan pilihan produknya kepada masyarakat Sulawesi.
Perluasan jaringan dealer, penambahan pilihan kendaraan, dan pertumbuhan pasar menjadi sejumlah faktor yang akan menentukan perkembangan kendaraan listrik di kawasan ini. (RB)



