Banner

Mensos: Pembangunan 100 Titik Sekolah Rakyat Berlanjut pada 2027

 Mensos: Pembangunan 100 Titik Sekolah Rakyat Berlanjut pada 2027
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Pemerintah berencana membangun 100 titik Sekolah Rakyat (SR) tambahan pada 2027 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di 100 titik. Dari jumlah tersebut, 93 lokasi telah beroperasi, sedangkan lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian dan persiapan pembelajaran.

“Yang sudah dalam proses pembangunan ini 100, tapi yang sudah bisa dibuat operasional Sekolah Rakyat per hari ini 93. Tahun depan, insyaallah, mudah-mudahan 100 titik lagi,” kata Saifullah Yusuf saat peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, penyelesaian pembangunan di setiap daerah tidak selalu bersamaan. Sejumlah wilayah, terutama di luar Pulau Jawa, membutuhkan waktu lebih lama karena kendala distribusi logistik dan material bangunan.

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sekurang-kurangnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang dapat menampung siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Saifullah menegaskan, perluasan pembangunan harus diikuti pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan pendamping, termasuk guru, wali asrama, dan wali asuh, agar kegiatan pendidikan berjalan optimal.

Hingga 28 Oktober 2026, lebih dari 44.000 siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat secara nasional, sementara lebih dari 1.000 anak lainnya masih menjalani proses rehabilitasi dan persiapan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut pengembangan program tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang lebih baik.

Saat ini, Sulawesi Selatan memiliki sembilan Sekolah Rakyat. Pemerintah provinsi merencanakan penambahan empat sekolah sehingga jumlahnya menjadi 13.

Andi Sudirman memperkirakan, jika setiap sekolah menampung sekitar 1.000 siswa, kapasitas layanan pendidikan melalui program tersebut di Sulsel berpotensi mencapai 15.000 anak.

“Ini sangat membantu untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem. Dengan adanya program MBG dan Sekolah Rakyat, sangat membantu masyarakat kami, terutama kelompok desil 1 sampai desil 5,” ujarnya.

Pemerintah berharap pembangunan tambahan pada 2027 dapat memperluas pemerataan pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di berbagai daerah. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *