Inflasi Sulsel Turun Selama Ramadhan

MAKASSAR, RAZFM – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pada bulan April 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) gabungan lima kota di Sulawesi Selatan (Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo) sebesar 4,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,70.
Dari lima kota IHK di Sulawesi Selatan, inflasi yoy tertinggi terjadi di Parepare sebesar 5,36 persen dengan IHK sebesar 117,37 dan inflasi yoy terendah terjadi di Bulukumba sebesar 3,33 persen dengan IHK sebesar 114,90.
Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada April atau di bulan Ramadhan, antara lain bensin, beras, angkutan udara, telur ayam ras, rokok kretek filter, ikan cakalang/ ikan sisik, ikan layang/ ikan benggol, tarif kendaraan roda 2 online, ikan bandeng/ikan bolu, dan angkutan antar kota.
Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejateraan Sulsel Ichsan Mustari menyatakan pada bulan April, gabungan lima kota IHK terjadi deflasi secara mtm sebesar 0,20 persen.
“Alhamdulillah terkait dengan inflasi kita bulan ini secara mtm terkendali bahkan deflasi ya 0,20 kemudian yoy nya kita itu 4,81 kita turun juga,” paparnya beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan selama Ramadhan serta hari raya Idul Fitri inflasi di Sulsel cukup terkendali.
“Hal yang menggembirakan adalah karena disaat kita menghadapi permintaan yang tinggi disaat Ramdhan dan lebaran inflasi kita terkendali hal yang positif ini tentu walaupun angka yang kita harap seperti ketentuan menteri keuangan belum tercapai,” tukasnya.
Ichsan menjelaskan pengendalian inflasi terjaga berkat arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman serta kerjasama antar stakeholder lainnya dengan terus memantau harga.
“Bapak Gubernur menyampaikan bagaimana harga itu terkendali, data-data ini memberikan sinyal kepada kita apa yang harus kita lakukan selanjutnya,” imbuh Ichsan.
Selain itu kata Ichsan gencarnya pasar murah selama Ramdhan dari pihak terkait seperti TP PKK seluruh Kabupaten, Bank Indonesia, hingga Swasta sangat membantu mengendalikan harga komoditas.
“Apa yang kita lakukan saat Ramadhan dan harga terkendali adalah pasar murah yang dilakukan secara terstruktur, masif, dan sistematis itu sanga jitu sekali menjaga daya beli masyarakat,” paparnya.



