Banner

Dinas ESDM Sulsel Pastikan Pasokan BBM di Sulsel Aman hingga Akhir Tahun

 Dinas ESDM Sulsel Pastikan Pasokan BBM di Sulsel Aman hingga Akhir Tahun
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) aman hingga akhir tahun.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetia mengungkapkan, pihaknya telah berkordinasi dengan Pertamina Patra Niaga bahwa distribusi dan ketersediaan stok BBM masih stabil dan sesuai proyeksi kebutuhan hingga Desember 2025.

“Jadi hasil koordinasi dengan pihak Pertamina Patraniaga itu kondisinya masih aman hingga akhir tahun. Dan memang juga ada proyeksi untuk kuota akhir tahun,” ujar Andi Eka saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel Rabu, 8/10/2025.

Ia menyampaikan, beberapa hari terakhir beredar isu terkait kelangkaan atau antrean panjang di sejumlah SPBU.

Menurutnya, kondisi tersebut hanya disebabkan oleh kendala teknis dalam penerapan program digitalisasi transaksi menggunakan aplikasi MyPertamina bagi kendaraan roda dua.

“Kemarin mungkin ada isu ya, itu hanya ada kendala sedikit dari program. Program QRIS (barcode) itu yang dia menggunakan motor, jadi lambat proses. Saya bilang, kenapa bisa ini? Kalau misalnya sosialisasi jangan sepenuhnya langsung. Jadi ada program seperti itu dilakukan. Kemudian memang ada secara kendala teknis mobilisasi distribusinya,” jelasnya.

Menjelang akhir tahun diprediksi terjadi lonjakan konsumsi BBM, Andi Eka memastikan kondisi masih dalam batas normal.

“Masih normal sebenarnya. Jadi hanya kendala seperti itu tadi (pembayaran barcode di aplikasi MyPertamina). Kalau masalah kuota masih terpenuhi. Juga saya mau sampaikan bahwa kami sudah sementara proses pengusulan kuota terhadap target kuota di 2026,” katanya.

Kata Eka, pihaknya melakukan evaluasi dan koordinasi untuk memastikan penyaluran kuota berjalan sesuai kebutuhan daerah.

“Setiap bulan 10 itu kami lakukan koordinasi dan pengusulan. Jika kurang memenuhi kebutuhannya, nanti kita minta pengusulan tambahan, seperti beberapa tahun yang lalu. Tapi kalau memang masih aman, ya masih cukup, kami enggak perlu (mengusulkan tambahan kuota),” pungkasnya.

Terkait penerapan penuh sistem barcode, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pertamina agar tahap sosialisasi dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan antrean di lapangan.

Faktor lain penyebab kelangkaan BBM, Andi Eka menyebut masih adanya penyelewengan distribusi BBM bersubsidi terutama BBM jenis solar.

“Kalau ada penyalahgunaan, sasaran yang bermanfaatnya kurang. Sebenarnya itu subsidi BBM. Semua ada penyelewengannya. Industri mungkin ya atau bagaimana, saya belum paham juga. Ini juga salah satu kendala di Pertamina,” tutupnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *