BBM Makassar Masih Mengantre, Pertamina Buka Fakta soal Pasokan
MAKASSAR,Radioalmarkaz.co.id-Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan penyaluran BBM dan menambah waktu operasional sejumlah SPBU di Kota Makassar menyusul antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Hal tersebut disampaikan EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, di Kantor Pertamina Regional Sulawesi, usia pertemuan dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Jumat (11/9).
Deny mengatakan penyaluran BBM saat ini telah ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.
Untuk Solar, penyaluran disebut telah meningkat sekitar 15 persen di atas kondisi normal. Sementara penyaluran Pertalite meningkat sekitar 8 persen, dan pada kondisi tertentu sempat mencapai 10 persen di atas normal.
“Ada penambahan. Tentu sudah meningkat kami penyaluran untuk Solar, kita sudah kisaran di atas normal sekitar 15 persen, dan Pertalite sudah 8 persen, dan kemarin sudah juga mencapai 10 persen dari kondisi normal,” kata Deny.
Meski pasokan ditingkatkan, Deny menjelaskan jumlah suplai untuk setiap SPBU tidak sama. Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU.
Menurutnya, Pertamina telah memetakan kondisi di lapangan dan akan terus mendorong tambahan suplai ke SPBU yang membutuhkan.
Deny juga menyebut saat ini sudah terdapat 25 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Jumlah tersebut masih memungkinkan untuk ditambah apabila kondisi antrean membutuhkan.
“Nanti kita akan melihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, itu akan kita tambah. Intinya adalah bagaimana kita bisa mengurai antrean ini,” ujarnya.
Pertamina, kata Deny, juga melakukan pengaturan antrean karena antrean yang terlalu panjang dapat membuat stok BBM di SPBU lebih cepat terserap.
Karena itu, pengaturan kendaraan dan pola antrean menjadi bagian dari langkah penanganan bersama Pemerintah Kota Makassar dan pihak terkait.
Deny mengatakan Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk melakukan penertiban antrean di SPBU.
“Pertama, Pertamina sampai hari ini sudah menambah suplai. Yang kedua, kami juga sudah menambah waktu operasional SPBU. Kemudian yang ketiga, kami juga sudah koordinasi dengan tim Satgas Gabungan untuk bisa menertibkan antrean-antrean yang ada di SPBU,” jelasnya.
Terkait penyebab antrean BBM yang berlangsung beberapa hari, Deny menyebut terdapat sejumlah faktor yang masih perlu ditangani secara bersama-sama.
Faktor tersebut antara lain peningkatan kebutuhan masyarakat, disparitas harga, serta kemungkinan faktor lainnya yang masih dalam proses pendalaman.
Saat ditanya mengenai dugaan adanya penimbunan BBM, Deny belum memberikan kesimpulan. Ia mengatakan indikasi tersebut akan didalami bersama Satgas Gabungan.
“Kalau itu kami nanti dalami bersama tim Satgas Gabungan untuk mengantisipasi,” katanya.
Pertamina berharap langkah penambahan suplai, peningkatan jam operasional SPBU, serta pengaturan antrean dapat segera menekan kepadatan kendaraan.
“Kami mohon dukungan seluruh pihak sekiranya bisa reda antrean di Kota Makassar dan semuanya beraktivitas normal,” ujar Deny. (RB)



