Masuk Musim Pancaroba, Pj Gubernur Bahtiar Minta Kepala Daerah Antispasi Penyakit

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada kepala daerah terkait antispasi penyakit di masa transisi musim cuaca dari El Nino ke El Nina atau Pancaroba.
Hal ini disampaikan Kepala dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar Senin, 06 November 2023.
Ishaq menyebutkan musim pancaroba sangat rentan menimbulkan penyakit. salah satu penyakit yang diantisipasi, yakni demam berdarah dengue atau (DBD).
Maka dari itu perlu kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
“Antispasi sudah jalan mulai bulan lalu karena pak gubernur langsung antispasi, setelah informasi kasus DBD langsung di cek. Nanti ini kita harus waspada karena memang musim seperti itu ya banyak kasus, pokoknya semua masyarakat juga harus kolaborasi,” kata Ishaq.
Ishaq menyampaikan agar kebersihan lingkungan perlu diperhatikan, dengan memastikan air tidak tergenang dalam satu wadah.
“Ini yang diantisipasi bagaimana kita membersihkan pekarangan rumah kita semua dengan gerakan 3M, seluruh tempat-tempat yang lain bagaimana kita lakukan hal-hal yang bisa mengurangi sektor nyamuk ini,” ujar Ishaq.
Ishaq berharap agar masyarakat ikut bersinergi dalam menjaga kebersihan mulai dari lingkungann/ agar antipasi pencegahan kasus DBD dapat teratasi.
“Nanti ini kita harus waspada karena memang musim seperti itu ya banyak kasus, pokoknya semua masyarakat juga harus kolaborasi,” pungkasnya.
Diketahui sebanyak 623 kasus DBD di Sulsel per September 2023 ini.
Melihat hal itu Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin memberi instruksi ke dinas kesehatan untuk melakukan penyemprotan di sejumlah tempat untuk atasi sarang nyamuk.
“Beberapa waktu yang lalu saya sudah minta foging ya penyemprotan terutama kalau sudah hujan begini biasanya mulai (banyak kasus penyakit),” imbuhnya.
Dia berharap agar upaya antisipasi ini tidak hanya dari pemerintah tapi semua lapisan masyarakat secara bersama mempunyai kesadaran kolektif untuk membersihkan lingkungan.
“Ini kan untuk menjaga kita bukan untuk orang lain, paling bagus kalau ada inisiatif warga sendiri yang lakukan sehingga kita bisa sama-sama atasi,” ungkapnya.



