Bandara Arung Palakka Bone Beroperasi Kembali

MAKASSAR, RAZFM – Setelah lima tahun tanpa penerbangan, Bandar Udara Arung Palakka akan di operasikan kembali.
Bandar Udara yang terletak di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, rencananya akan membuka tiga rute penerbangan yakni Makassar – Bone beroperasi 5 kali seminggu, kemudian Bone-Balikpapan 2 kali seminggu, dan Bone-Kendari 2 kali seminggu.
Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Penandatangan Kontrak Subsidi penerbangan yang dilakukan di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Sulawesi Selatan (Sulsel), disaksikan langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman didampingi Sekretaris Provinsi SulSel Abdul Hayat Gani serta perwakilan petinggi Forkopimda Sulsel, Senin, 28/11/22.
“Alhamdulillah kita lakukan ini kan arahan bapak menteri bapak presiden tolong diaktifkan bandaranya, dipake dimanfaatkan karena sudah dianggarkan banyak, penganggaran bapak presiden itu kita tindak lanjuti dengan subsidi,” terang Andi Sudirman.
Diketahui Pemprov Sulsel memberikan dana hibah ke Kabupaten Bone sebesar Rp2,5 Miliar untuk Bandar Udara Arung Palakka.
“Metodologi subsidinya sudah dilakukan dengan bantuan keuangan provinsi kita kasih ke Bone, kasih ke Toraja, Toraja sudah terbang juga ke Toraja-Balikpapan, kemudian yang Bone ini, Bone-Kendari-Makassar,” ujarnya.
Andi Sudirman berharap dengan kembalinya beroperasi Bandara Arung Palakka semoga dapat menggeliatkan perekonomian.
“Harapannya kita menggeliatkan ekonomi kembali, dengan adanya bandara kita manfaatkan mobilitas barang dan jasa lebih murah, kita memang perlu hadir men subsidi, situasi Pandemi dan inflasi kita tahu harga daya beli masyarakat juga turun makanya pemerintah hadir,” tutur Andi Sudirman.
Sementara itu Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Arung Palakka, Semuel T Duma mengungkapkan pengembangan bandara Arung Palakka ditargetkan tahun 2024 panjang landasannya hingga 1,4 KM.
“Target kita itu adalah Pengembangan Bandara Arungpalakka Bone kedepannya itu panjang landasannya 1400 X 30, mudah-mudahan tahun 2024 bisa direalisasikan,” jelas Samuel.
Samuel menambahkan Susi Air akan menjadi maskapai penerbangan dengan jenis pesawat Let 410 berkapasitas Maksimal 19 penumpang.
“Pesawatnya Let 410 Dua Engine jadi kapasitas penumpang 15 sampai 19 penumpang cukup aman karena dia juga pesawat baru buatan Cekoslwakia tahun 2016,” tutupnya.
Lebih jauh sebanyak tiga rute yang akan dilayani Susi Air. Mulai dari Makassar-Bone (PP) 5 kali seminggu dengan harga tiket Rp300.000, Bone-Kendari (PP) 2 kali seminggu dengan harga tiket Rp550.000 dan Bone-Balikpapan (PP) 2 kali seminggu dengan harga tiket Rp1.100.000.



