Banner

10 Sekolah di Kota Makassar, Menargetkan Program My Village My Home Sebagai Cakuoan Screening Imunisasi

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Dalam memutus mata rantai penularan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi maka diperlukan cakupan imunisasi maksimal 100%. Dengan begitu akan tercipta perlindungan kelompok pada anak usia dini.

Melalui kegiatan pertemuan stakholder Senin, 28/11/2022, yang di inisiasi oleh UNICEF, dan Yayasan Gaya Celebes di mengusung program My Village My Home sebagai alat screnning Imunisasi pada anak usia dini disatuan PAUD bersama Unicef, Dinas Kesehatan Kota Makassar, pihak sekolah dan orangtua diharapkan dapat terciptanya pemahaman yang setara antara stakeholder dalam implementasi kegiatan imunisasi khususnya PAUD dan catch-up.

Health Specialist UNICEF-Field Office Makassar (Sulawesi–Maluku) Badwi. M. Amin, mengatakan, UNICEF fokus kepada 10 sekolah yang ada di kota Makassar, dengan program my village My home ini menjadi salah satu tujuan untuk screening imunisasi.

“My Village My Home ini kan sebenarnya program pemberdayaan. kita mau supaya bukan cuman orang kesehatan yang tahu apa itu pentingnya imunisasi, My Village My Home ini melibatkan semua pihak mulai dari orang tuanya, tokoh masyarakat tokoh agamanya dan kader-kader termasuk misalnya guru TK, guru paud, ujar Badwi.

Badwi menambahkan, semua punya potensi untuk melihat dan secara kasat mata siapa anak di antara peserta didiknya yang sudah lengkap imunisasinya, siapa yang tidak, kalau dengan buku itu kan cuman orang tua dan petugas kesehatan yang bisa lihat, nah dengan adanya pendekatan screening ini orang lain bisa melihat bahwa siapa anak yang berpotensi untuk melemahkan pondasi rumah kita atau kampung kita atau kelurahan kita.

Selain itu Konsepnya My Village My Home ini kan seperti rumah kita, kampung kita kalau pondasinya itu adalah imunisasi yang ada antigen-antigennya, antigen mana yang tidak lengkap itu yang harus kita lengkapi sama-sama sehingga pondasi rumah kita ini baik, “Ungkap Badwi.

10 sekolah di kota Makassar yang menjadi piloting area, atas arahan Dinas Pendidikan Sulsel dan Bappelitbanda, kata Badwi program ini bukan cuman program kesehatan, ini program terintegrasi dengan pendidikan, penguatan pendidikan, pengetahuan air bersih, gizi sama perlindungan anak termasuk di dalamnya kesehatan jadi kita bukan yang menentukan tapi dinas pendidikan yang menentukan.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinkes Makassar dr. Nani di Makassar mengatakan program ini melihat dari capaian imunisasi pada PAUD dan kita tahu PAUD masih belum sekolah masih usia yang lebih kecil jadi masuk dalam sasaran imunisasi dasar lengkap.

“Nah meskipun Makassar ini sebetulnya sudah masuk dalam capaian imunisasinya sudah baik tetapi kita mau lebih mendekatkan ke basis sekolah. Kemarin ada beberapa sekolah yang kita susah masuk, jadi pihak sekolah ini biar lebih awear pendataannya itu bisa lebih maksimal karena berbasis dari siswa yang ada di dalam satu sekolah ungkapnya

Sekolah ini pun, masih menjadi percontohan
kalau misalnya ini bagus nanti mudah-mudahan kita bisa replikasi untuk di gunakan pada sekolah-sekolah lain berbasis pecahan kelurahan

Memang selama ini dinas kesehatan sudah sering menghayo-hayo sekolah, tapi respon dari pihak sekolah sendiri, bermacam-macam, ada yang menerima, ada yang menerima dengan syarat maksudnya harus kita edukasi lagi kembali karena yah kembali lagi masih ada sekolah atau mungkin orang tua yang menganggap vaksinasi ini boleh atau tidak perlu.

Seandainya semua memahami bahwa ini adalah hak anak bukan merupakan kewajiban harusnya malah mereka yang mencari kalau misalnya anaknya belum di vaksin atau belum di imunisasi,” tutupnya.

Mengingat hak sehat anak tidak hanya menjadi
tanggung jawab bagi tenaga kesehatan saja.
Harus ada kesamaan persepsi diantara stakeholder khususnya tentang imunisasi.
PMembangun kesepahaman stakeholder akan menjadi jembatan pendistribusian informasi
dan tentu akan menjadi alat advokasi dalam mendorong orang tua anak agar mau membawa anaknya untuk diimunisasi.(RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *