Banner

Arumi Bakery Dari Teras Rumah hingga Tiga Gerai

 Arumi Bakery Dari Teras Rumah hingga Tiga Gerai
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Berawal dari usaha kecil di teras rumah pada 2017, Arumi Bakery kini berkembang menjadi salah satu usaha roti dan donat yang dikenal di kawasan Daya dan BTP, Kota Makassar. Nama “Arumi” sendiri ternyata berasal dari gabungan nama kedua anak pemilik usaha, yakni Arun dan Rumi.

Salmawati Kaseng, Owner Arumi Bakery menceritakan, pada awal merintis usaha, proses produksi hingga penjualan dilakukan secara sederhana di rumah.

Seiring meningkatnya permintaan pelanggan, mereka kemudian memberanikan diri menyewa ruko di kawasan BTP untuk mengembangkan usaha.

“Awalnya produksi dan jualan hanya di teras rumah. Alhamdulillah kemudian berkembang dan kami berani sewa ruko,” ujarnya, Saat ditemui redaksi radio al-markaz diperlukan gerai ketiga di Sudianb jalan. Goa Ria Makassar Selasa, (12/05).

Perjalanan usaha tersebut terus berkembang hingga pada 2024 dilakukan re-opening gerai dengan konsep yang lebih modern. Sebelumnya, usaha tersebut hanya menggunakan gerobak sederhana untuk berjualan.

Kini, Arumi Bakery telah memiliki gerai ketiga dan berencana kembali melakukan pengembangan usaha pada tahun depan.

Untuk produk, Arumi Bakery menawarkan beragam pilihan mulai dari donat kentang, bolu, roti manis, roti tawar, burger, hingga abon roll. Dari seluruh produk yang ada, donat kentang menjadi menu favorit pelanggan.

Selain itu, bolu-boluan seperti bolu ketan juga memiliki permintaan tinggi, terutama menjelang Lebaran.

“Kalau menjelang Lebaran, produksi bolu-boluan luar biasa banyaknya,” kata Salmawati.

Usaha tersebut awalnya dirintis bersama sang suami. Namun setelah suaminya meninggal dunia, ia harus melanjutkan perjuangan membangun usaha secara mandiri.

Ia mengaku sempat terpukul karena selama ini suaminya menjadi sosok panutan sekaligus orang yang lebih memiliki kemampuan memasak. Dengan selisih usia 13 tahun, ia merasa kehilangan figur penting dalam hidupnya.

“Yang sebenarnya punya bakat masak itu suami. Saya tidak ada. Jadi semua benar-benar otodidak,” ungkapnya.

Meski demikian, dukungan keluarga besar membuatnya mampu bangkit dan mempertahankan usaha hingga berkembang seperti sekarang.

Saat ini, Arumi Bakery mempekerjakan sekitar 20 karyawan untuk mendukung operasional di tiga gerai yang dimiliki.

Dari sisi produksi, penggunaan tepung terigu bahkan mencapai lebih dari 30 sak per bulan. Jumlah tersebut terus meningkat seiring perkembangan usaha sejak pertama dirintis pada 2017.

Menurutnya, kunci utama mempertahankan usaha di tengah persaingan adalah menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan.

Ia menegaskan, meski harga bahan baku naik, kualitas produk tidak boleh menurun. Selain itu, pelayanan kepada pelanggan juga selalu menjadi perhatian utama.

“Harga mungkin beda seribu dua ribu dengan tempat lain, tapi kalau pelayanan tidak bagus pelanggan tidak akan kembali,” tuturnya.

Salma sapaan akrabnya, berharap keberadaan gerai ketiga Arumi Bakery dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan pekerjaan baru.

“Semoga semakin banyak membawa manfaat bagi orang-orang dan bisa membuka lapangan kerja,” harapnya (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *