Appi Kembalikan Dukungan Pemkot ke MIWF
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Setelah bertahun-tahun berjalan mandiri, Makassar International Writers Festival akhirnya kembali mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi hadir langsung pada pembukaan MIWF 2026 di Benteng Rotterdam, Kamis malam (14/5/2026).
Ia didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkot Makassar.
Kehadiran Pemkot Makassar dalam festival sastra internasional tersebut menjadi simbol kembalinya kolaborasi pemerintah dan komunitas kreatif yang sempat terhenti sejak 2013.
Dalam sambutannya, Appi menegaskan dirinya memilih memperkuat agenda-agenda yang telah tumbuh dan memberi dampak nyata bagi Kota Makassar, dibanding menciptakan banyak event baru.
Menurutnya, MIWF merupakan salah satu festival strategis yang bukan hanya menghadirkan ruang literasi dan kebudayaan, tetapi juga memperkuat citra Makassar sebagai kota kreatif di tingkat internasional.
“Pemerintah hadir bukan untuk mengambil alih, tetapi menjadi bagian agar event ini terus tumbuh tanpa sekat dan tanpa diskriminasi,” ujar Appi.
Ia juga menegaskan pemerintah kota ingin menjadi ruang kolaborasi terbuka bagi komunitas, seniman, dan pegiat sastra untuk bersama-sama membangun ekosistem budaya di Makassar.
“Ijinkan pemerintah hadir menjadi ruang untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menjadi bagian dalam menumbuhkan sastra dan seniman-seniman di kota ini,” katanya.
Di hadapan ratusan peserta dan tamu internasional, Appi turut mengapresiasi konsistensi relawan dan manajemen MIWF yang menjaga festival tetap hidup selama bertahun-tahun melalui kekuatan komunitas dan warga.
Ia menilai kehadiran delegasi internasional menjadi bukti MIWF semakin diperhitungkan dalam jejaring sastra dunia sekaligus membawa nama Makassar ke panggung global.
Sementara itu, Direktur MIWF, Aan Mansyur menjelaskan tema “Re-co-ordinate” yang diusung tahun ini lahir dari refleksi pentingnya membangun kembali hubungan dan koordinasi antarpihak.
Menurut Aan, banyak persoalan dalam organisasi maupun lembaga sering muncul bukan hanya karena kebijakan, tetapi lemahnya relasi antarindividu.
“Kita sering melihat kegagalan secara vertikal karena kegagalan kebijakan. Tapi jangan-jangan persoalan kita juga ada secara relasional,” ujarnya.
Aan juga mengungkapkan kolaborasi bersama Pemkot Makassar baru kembali terjalin tahun ini setelah terakhir dilakukan pada 2013 lalu.
Meski demikian, ia menegaskan MIWF tetap bertahan hingga sekarang karena kekuatan komunitas dan warga yang menjaga nilai-nilai festival sejak awal.
Pembukaan MIWF 2026 turut dihadiri Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Konsulat Jenderal Australia, jajaran Kementerian Kebudayaan, hingga perwakilan Kemendikdasmen.
Festival ini berlangsung selama empat hari, 14–17 Mei 2026, dengan menghadirkan 144 program berupa diskusi, pertunjukan, lokakarya, dan kolaborasi lintas negara yang dipusatkan di Benteng Rotterdam serta Makassar Creative Hub. (*)



