Banner

BKKBN Terus Melakukan Pendampingan, Edukasi Dan Cara Pengasuhan Yang Baik Dalam Pencengahan Stunting

 BKKBN Terus Melakukan Pendampingan, Edukasi Dan Cara Pengasuhan Yang Baik Dalam Pencengahan Stunting
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30, digelar di Kantor BKKBN Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (26/8/2023).

Hadir Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin, Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN Sukaryo Teguh Santoso, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Andi Mappatoba, dan tamu undangan lainnya.

Puncak Hari keluarga dirangkaikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa pihak. Yakni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, serta Baznas.

MoU tersebut tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), program percepatan penurunan stunting, pemanfaatan layanan perbankan, dan percepatan penurunan stunting.

Sukaryo Teguh Santoso Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN, menjelaskan di depan awak media, upaya pemerintah untuk menekan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30.

Tema ‘Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju’ digelar di Kantor BKKBN Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (26/8/2023).

Sukaryo menjelaskan upaya pemerintah untuk menekan angka stunting cukup maksimal.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai angka yang ditetapkan,” jelasnya.
Pihaknya mengaku akan fokus pada sasaran yang berpotensi melahirkan balita stunting.

Di Indonesia, sendiri terdapat 13,5 juta keluarga yang resiko tinggi stunting.

“Kalau tidak didampingi dengan baik, ada potensi melahirkan balita stunting, itu belum termasuk calon pengantin,” kata Sukaryo.

Sementara BKKBN pun terus melakukan pendampingan, edukasi dan pemberian keterampilan terkait cara pengasuhan yang baik.

“Kita tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, maka sekarang ada namanya bapak asuh anak stunting. Ini gerakan kepedulian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk menekan angka stunting.

Ia menyebut di Sulawesi Selatan banyak pihak yang bersedia menjadi Bapak Asuh Anak Stunting

Shodiqin berharap, dengan banyaknya pihak yang menjadi BAAS bisa mendorong penurunan stunting di Sulsel.

“Dengan gerakan itu, Insya Allah penurunan angka stunting akan mendekati,” tutupnya
(Ruby Sudikio)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *