Banner

Prof Basri Hasanuddin Sosok Tokoh Bangsa Berdarah Mandar

 Prof Basri Hasanuddin Sosok Tokoh Bangsa Berdarah Mandar
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A. salah satu Tokoh Nasional yang punya kesempatan menduduki beberapa jabatan penting. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Republik Indonesia di era Presiden Abdurrahmann Wahid. Sementara di era Megawati Soekarno Putri jadi Presiden Prof. Basri menjadi Duta Besar Indonesia untuk Iran.

Posisi Rektor pada Kampus merah, Universitas Hasanuddin (UNHAS), juga pernah di jabatnya dan saat ini Prof Basri lebih banyak disibukkan menjadi Ketua Yayasan Mesjid Al Markaz Al Islami.

Pria kelahiran Pambusuang, Polman, Propinsi Sulawesi Barat, (Sulbar), 6 November 1939 ini, salah satu pencetus pemekaran Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar)

Pada Talkshow Ngobrol Santai Ramadhan di Channel Youtube RAZFM, tepat memasuki bulan suci ramadhan ini Prof Basri bercerita masa- masa kecilnya yang dihabiskan di Majene Sulawesi Barat (Sulbar) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), kemudian hijrah untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas tepatnya di SMA 1 Pare-Pare.

“Saya alumni SMA 1 Pare-Pare, saya hijrah dari Majene ke Pare-Pare waktu itu, perjuangan masa sekolah memang jika cita cita ingin diraih kita terus mengejar, pintar mencari peluang, dan jangan membuang waktu dengan hal yang tak berguna,” terangnya.

Lepas menamatkan pendidikan di kota presiden ketiga itu, Prof. Basri menjadi lulusan terbaik di SMA 1 Pare-Pare.

“Alhamdulillah dengan bersungguh-sungguh belajar, saya menjadi lulusan terbaik waktu SMA di Pare-Pare,” ujarnya.

Selesai menempuh pendidikan di kota Pare-Pare, Basri ke Makassar melanjutkan pendidikan S1 Ekonomi, kemudian Pendidikan terakhirnya adalah S3 University of Phillipines, Filipina.

Singkat cerita ketika menjadi Menteri Kesra RI, Prof. Basri tak menyangka akan di telfon langsung oleh Presiden RI Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gusdur.

“Waktu ditunjuk sebagai Menteri itu posisi saya berada di Jakarta dirumah anak saya, sekitar jam 9 Jumat pagi ajudan presiden menelfon bahwa bapak presiden Gusdur ingin bicara dengan saya dan saat itu beliau meminta saya jadi Menteri Kesra,” ungkapnya.

Saat penunjukan langsung tersebut tiga hari kemudian Prof Basri dilantik sebagai Menko Kesra oleh Presiden Abdurrahman Wahid di istana negara.

Ketika Menko Kesra tentu banyak tantangan Prof Basri hadapi, seperti pasca krisis moneter tahun 1998, dimana meningkatkanya kemiskinan dan pengangguran.

“Waktu itu presiden minta saya untuk mengatasi kemisikinan pada tahun 1999 pasca krisis ekonomi tahun 1998 itu,” jelasnya.(SB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *