Banner

Masjid Al-Markaz Resmi Punya Australian Reading Corner, Dorong Budaya Baca Pelajar Makassar

 Masjid Al-Markaz Resmi Punya Australian Reading Corner, Dorong Budaya Baca Pelajar Makassar
Banner
Banner

Makassar, Radioalmarkaz.co.id- Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini memiliki Australian Reading Corner. Fasilitas literasi yang diresmikan pada Jumat (24/7) itu menjadi pojok baca kedua di lingkungan masjid di Indonesia, setelah sebelumnya hadir di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Peresmian dilakukan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier bersama Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias. Hadir pula Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Prof. Hamid Awaluddin, Ketua Harian Yayasan Prof. Mustari Mustafa, serta Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Prof. Muammar Bakry.

Kehadiran pojok baca ini berawal dari kunjungan Todd Dias ke Masjid Al-Markaz dua tahun lalu pada bulan Ramadan. Saat itu, ia melihat banyak pelajar memanfaatkan perpustakaan masjid untuk membaca dan mencari referensi.

“Biasanya Australian Reading Corner hanya ada di perguruan tinggi. Namun setelah melihat semangat membaca para siswa di Al-Markaz, kami berpikir mengapa tidak menghadirkannya di sini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujar Todd Dias.

Todd menjelaskan, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan Konsulat Jenderal Australia di Makassar dengan Al-Markaz Al-Islami, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap informasi tentang Australia. Koleksi yang tersedia mencakup budaya, pendidikan, hingga program beasiswa.

Ia berharap para pelajar dapat menjadikan Australian Reading Corner sebagai pintu awal untuk mengenal Australia lebih dekat, baik sebelum melanjutkan studi, mengikuti pertukaran pelajar, maupun berkunjung ke negara tersebut.

“Saya berharap semakin banyak siswa yang memanfaatkan fasilitas ini untuk membaca, mengenal Australia, dan suatu hari nanti memiliki kesempatan belajar atau berkunjung ke Australia,” katanya.

Bagi Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Prof. Hamid Awaluddin, Australian Reading Corner bukan sekadar tambahan buku, melainkan bagian dari upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban.

“Kalau ingin membangun peradaban yang maju, maka literasi harus ditingkatkan. Buku adalah jendela dunia. Tidak ada bangsa yang maju tanpa budaya membaca,” ungkapnya.

Prof. Hamid juga menyinggung hubungan historis masyarakat Bugis-Makassar dengan Australia yang telah terjalin sejak abad ke-17 melalui pelayaran para pencari teripang ke Australia Utara. Menurut dia, kehadiran pojok baca ini menjadi kelanjutan hubungan panjang tersebut dalam bentuk kerja sama yang lebih modern dan bermanfaat bagi generasi muda.

Ia berharap Pemerintah Australia terus menambah koleksi buku di perpustakaan Al-Markaz agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum sebagai pusat literasi berbahasa Inggris sekaligus referensi tentang Australia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat keluarga besar Masjid Al-Markaz Al-Islami. Ia menilai lokasi tersebut sangat tepat karena masjid ini merupakan salah satu pusat kegiatan masyarakat paling penting di Indonesia bagian timur.

“Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid terkemuka di Indonesia bagian timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu kami merasa tempat ini sangat tepat untuk menghadirkan Australian Reading Corner,” ujarnya.

Rod juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan Makassar. Pada 1990, ia pernah tinggal bersama keluarga angkat di kawasan yang tidak jauh dari lokasi masjid saat masih muda.

Ia menambahkan, Makassar memiliki arti penting dalam hubungan Australia dan Indonesia. Hal itu juga tercermin dari kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada 2022 dalam lawatan bilateral pertamanya ke Indonesia.

Menurut Rod, hubungan kedua negara telah terjalin jauh sebelum era modern melalui pelayaran para pelaut Bugis dan Makassar ke Australia Utara, yang menjadi fondasi sejarah persahabatan kedua bangsa.

Melalui Australian Reading Corner, Pemerintah Australia berharap kerja sama di bidang pendidikan, literasi, pertukaran budaya, dan hubungan antarmasyarakat semakin erat serta memberi manfaat nyata bagi generasi muda Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (RB)

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *