Jamaah Haji Bantaeng Patungan Rp826 Ribu demi Berangkat ke Makassar, Kemenag: Semua Sepakat
BANTAENG, Radioalmarkaz.co.id- Sebanyak 323 jamaah haji asal Kabupaten Bantaeng diberangkatkan menuju Embarkasi Makassar secara swadaya setelah pemerintah daerah disebut tidak mengalokasikan anggaran transportasi dan pemulangan jamaah tahun ini.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bantaeng Muhammad Takbir saat mempersiapkan pendampingi keberangkatan jamaah haji Bantaeng menuju Tanah Suci di Asrama Haji Sudiang Kota Makassar Rabu (19/05).
“Ini betul-betul swadaya jamaah. Mulai dari transportasi, konsumsi sampai keamanan,” kata
Ia menjelaskan, setiap jamaah mengeluarkan biaya sebesar Rp826 ribu yang digunakan untuk kebutuhan perjalanan pemberangkatan hingga pemulangan jamaah dari Makassar ke Bantaeng.
Menurut dia, keputusan swadaya tersebut diambil setelah pemerintah daerah menyampaikan kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan menyediakan anggaran perjalanan jamaah haji.
“Pada 3 Mei kami menggelar rapat bersama seluruh jamaah. Bagaimana supaya kegiatan pemberangkatan dan pemulangan jamaah tetap bisa terlaksana,” ujarnya.
Hasil rapat tersebut, seluruh jamaah yang berjumlah 323 orang sepakat mengumpulkan dana pribadi secara sukarela demi kelancaran perjalanan ibadah haji mereka.
“Semua jamaah hadir dan bersepakat untuk mengeluarkan dana pribadi masing-masing,” katanya.
Takbir, memastikan hingga saat ini tidak ada jamaah yang merasa keberatan dengan kebijakan swadaya tersebut karena seluruh keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama.
“Sampai sekarang tidak ada yang merasa terbebani karena semuanya sudah disampaikan secara terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, jamaah haji asal Bantaeng dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada pukul 01.15 WITA bersama jamaah dari sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Luwu, Bone, Makassar, dan Takalar.
Setibanya di Jeddah, jamaah disebut tidak lagi menjalani pemeriksaan paspor dan visa secara manual karena proses keimigrasian telah dilakukan lebih awal.
“Setelah turun dari pesawat, jamaah langsung naik bus menuju Makkah,” jelasnya.
Selain itu, Takbir juga mengungkapkan daftar tunggu haji di Kabupaten Bantaeng kini mencapai sekitar 30 tahun dengan jumlah pendaftar mencapai 9.065 orang.
Meski demikian, angka tersebut disebut mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya yang sempat mencapai estimasi tunggu hingga 51 tahun.
“Sekarang memang sudah turun, tapi karena antusias masyarakat sangat tinggi dan pendaftaran terus bertambah, estimasinya kembali sekitar 30 tahun,” katanya.
Untuk kuota haji tahun depan, pihaknya memperkirakan Kabupaten Bantaeng kembali memperoleh jatah sekitar 300 jamaah, meski angka tersebut masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat. (RB)



