Appi; Lantik 153 Imam Kelurahan, di 10 Muharram
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pemerintah Kota Makassar menggelar peringatan 10 Muharram atau Hari Asyura yang dirangkaikan dengan pelantikan imam kelurahan se-Kota Makassar di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Kamis (25/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara langsung melantik dan mengukuhkan 153 imam kelurahan dari 15 kecamatan di Kota Makassar.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan pelayanan umat hingga ke tingkat kelurahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para mubalig, imam masjid, guru mengaji, pemandi jenazah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Munafri mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum 10 Muharram sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan memperbanyak doa bagi Kota Makassar.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, terus mendoakan agar Makassar menjadi kota yang aman, damai, dan terhindar dari berbagai musibah.
“Pada hari yang baik ini, saya memohon kepada seluruh hadirin untuk tidak henti-hentinya mendoakan Kota Makassar agar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, kota yang jauh dari marabahaya, bencana, bala, dan wabah,” ujarnya.
Kepada para imam yang baru dilantik, Munafri menegaskan bahwa amanah yang diemban bukanlah tugas yang ringan. Menurutnya, imam kelurahan memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat serta menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Ia menekankan bahwa seorang imam tidak hanya dinilai dari kemampuan memimpin salat atau melantunkan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga harus memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, wawasan yang luas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Imam harus mampu memberikan dampak positif dan menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Munafri juga mendorong para imam untuk mengoptimalkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial, pendidikan, dan penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan.
Menurutnya, masjid harus menjadi ruang yang mampu mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan kepedulian sosial, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan tersebut,
Wali Kota Makassar juga memberikan hadiah umrah kepada seorang guru mengaji, lewat undian door prize.
Kegiatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa sunnah Asyura. Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mewujudkan kota yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Turut mendampingi Wali Kota Makassar, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Ketua Tim PKK Kota Makassar Melinda Aksa, juga pejabat dilingkup Pemerintah Kota Makassar. (RB)
(RB)



