Banner

Jemaah Haji Asal Papua, Persiapkan Kursi Roda Sendiri Sebagai Langkah Antisipasi

 Jemaah Haji Asal Papua, Persiapkan Kursi Roda Sendiri Sebagai Langkah Antisipasi
Banner
Banner

MAKASSAR-Radioalmarkaz.co.id- Wakil Bupati Kab. Merauke, Fauzun Nihayah , ukut mengambil peran sebagai Petugas Haji (PHD Layanan Umum) di Kloter 29 Upg asal Prov. Papua.

Saat ditemui di Asrama haji Sudiang Senin (11/05) Fauzun  mengingatkan seluruh jemaah calon haji asal Kabupaten Merauke agar menjaga kesehatan fisik selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Menurutnya, ibadah haji merupakan panggilan suci yang membutuhkan kesiapan mental sekaligus kondisi fisik yang prima, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Kami terus menghimbau jamaah untuk menjaga kesehatan dan pola makan. Karena sebagian juga sudah masuk usia lansia, sehingga proteksi kesehatan harus lebih maksimal,” ujarnya.

Tahun ini, Kabupaten Merauke memberangkatkan sekitar 95 jemaah calon haji. Jika digabungkan dengan wilayah Papua Selatan, Asmat, Mappi dan sekitarnya, total jemaah mencapai 146 orang. Hal tersebut disampaikan saat mendampingi keberangkatan jemaah di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Ia menyebut masa tunggu haji di Kabupaten Merauke saat ini berkisar 13 hingga 15 tahun. Angka tersebut disebut mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Kurang lebih turun sekitar dua tahun dibanding sebelumnya,” katanya.

Untuk mendukung kenyamanan selama perjalanan dan ibadah, sejumlah jemaah bahkan membawa kursi roda sendiri sebagai langkah antisipasi kesehatan.

Menurut Fauzun hal tersebut merupakan bentuk kesiapan para jemaah dalam menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Mereka lebih memproteksi diri sendiri, karena kesehatan memang menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Jemaah asal Merauke sendiri terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), termasuk sebagian yang tergabung dalam Kloter 30 Embarkasi Makassar.

Ia juga mengimbau para jemaah agar mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna agar kondisi fisik tetap terjaga.

“Jemaah harus menjaga hati, menjaga fisik dan tetap kompak satu sama lain. Dalam ibadah haji kita harus saling melindungi,” tuturnya.

Terkait pelayanan di Embarkasi Makassar, pihaknya mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan selama proses transit di Asrama Haji Sudiang.

“Pelayanannya luar biasa, sangat bagus menurut kami,” katanya.

Perjalanan jemaah dari Merauke menuju Makassar ditempuh melalui dua kali penerbangan. Dari Merauke, rombongan terlebih dahulu menuju Jayapura selama sekitar satu jam, kemudian transit selama satu setengah jam sebelum melanjutkan penerbangan menuju Makassar selama tiga jam.

Menurutnya, rute penerbangan langsung Merauke-Makassar sebelumnya sempat direncanakan, namun dibatalkan sehingga jemaah harus transit.

Di tengah perjalanan, pendamping haji juga diminta terus menjaga suasana hati para jemaah, khususnya lansia, agar tetap nyaman dan bahagia selama perjalanan.

“Kami selalu minta pendamping membuat suasana tetap bahagia, terutama bagi jemaah usia lanjut,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan sempat terjadi insiden kecil saat perjalanan, di mana seorang jemaah terjatuh di eskalator. Meski demikian, kondisi jemaah tetap dalam keadaan baik dan terus mendapat pendampingan dari petugas.

Jemaah Haji dari Provinsi Papua diterima di Wisma Arafah jam 8.00 dan akan diberangkatkan di Selasa pagi tanggal (12/05).(RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *