Banner

Wujudkan Ending Aids 2030, YPKDS Launching Klinik Labbiri cegah HIV/AIDS

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Yayasan Peduli Kelompok Sebaya Se-Sulawesi selatan (YPKDS) suatu yayasan yang konsen pada isu HIV, secara resmi telah membuka Klinik Labbiri penanganan HIV bagi komunitas LSL, waria, pekerja seks perempuan, pengguna narkoba suntik).

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, YPKDS berinisiasi membuat Klinik Labbiri ini untuk
para komunitas bisa berkonsultasi terkait HIV, Inveksi Menular Seksual, dan Hepatitis, bertempat di Jl. Bougenvile No. 01 Komplek Maizonette Panakkukang Makassar.

Direktur YPKDS Rachman Rahim mengatakan akses layanan di Klinik Labbiri ini dibuka 15.00-21.00 WITA khusus bagi komunitas mengakses layanan di Puskesmas maupun di Rumah Sakit.

“Kami bekerjasama dari Dinas kesehatan provinsi, untuk membuat klinik komunitas bekerjasama dengan YPKDS yang konsen ke isu HIV, kenapa klinik ini ada, karena kami berpikir bahwa ada sebagian teman-teman komunitas yang tidak bisa datang pagi hari untuk mengakses layanan di puskesmas maupun rumah sakit karena kesibukan kerja, kuliah, dan lain sebagainya sehingga kami berpikir bahwa sudah saatnya untuk adanya klinik komunitas yang dibuka dari jam 15.00-21-00 Senin-Jumat,” Rachman, Selasa, 30/08/22.

” arti dari Labbiri yaitu, mulia kita semua bekerja teman teman NGO mau menolong sesama. Kami berharap tidak ada lagi kematian akibat kasus HIV, dan temuan-temuan HIV sejak dini kita galakkan,” ujarnya.

Konsep kilinik Labbiri ini nantinya dapat melayani testing HIV, Hepatitis,
dan IMS yang terbuka bagi masyarakat yang ingin melakukan testing.

“Kalau hasil pemeriksaannya reaktif HIV bisa dilakukan treatmen disini, jika IMS kami merujuk ke tingkat puskesmas yang ada di sekitar Klinik, karena masih terbatas terkait dengan obat Hepatitis,” lanjutnya.

Selain itu, Rachman menjelaskan untuk stok obat kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan Sulsel pun telah membentuk Tim yang terlatih.

“Obat dari kementerian kesehatan melalui distribusi Dinas provinsi Sulsel kemudian disalurkan ke tingkat kabupaten/kota itu, kemudian terkait tenaga medis dari perawat yang telah terlatih, kemudian dokter dan tim sudah terbentuk,” jelasnya

Rachman menambahkan Klinik ini menjadi Klinik komunitas pertama yang ada di Sulsel. Karena melewati proses pembelajaran di Bali dan Maluku, ternyata banyak teman-teman komunitas datangnya malam sehingga Dinas Kesehatan Provinsi berpikir saatnya di Sulsel juga harus ada klinik komunitas,” tutupnya.

Di bukanya klinik Labbiri ini bisa membantu masyarakat yang terkena HIV dan juga sebagai langkah terwujudnya Ending Aids 2030, “itu harapan rachman.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *