6.350 Pekerjaaan Terbuka di Virtual Job Fair Sulsel 2022

MAKASSAR, RAZFM — Pelaksanaan Virtual Job Fair Sulsel 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel ini akan digelar selama tiga hari mulai dari, Selasa, 30 Agustus 2022 di Hotel Four Points by Shareton Makassar.
Tidak kurang dari 6.350 lowongan pekerjaan dengan 174 posisi atau jabatan yang tersedia. Serta 69 perusahaan terdaftar. Adapun terkait cara ikut serta dalam Job Fair Virtual Sulsel 2022 ini dengan daftar di link jobfair.kemnaker.go.id
Sekretaris Jendreal Kemenaker RI, Anwar Sanusi Ph.D, menyampaiakan dari laporan secara kuantitatif tadi kalau di lihat dari sisi presentase ini cukup berhasil dari yang di lakukan job fair yang ada di provinsi Sulawesi Selatan.
“Makanya tadi saya sampaikan mungkin mudah-mudahan seperti ini, kita akan terus lakukan di provinsi-provinsi lain sehingga kita ingin kata kunci keberhasilan terutama dengan menyampaikan informasi yang seluas-luasnya kepada para pencari kerja, “ujar Anwar Sanusi.
Selain itu menurut Anwar, kita awali dengan lebih cepat sehingga para pencari kerja ini dapat mengumpulkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk pengisian lowongan kerja tersebut jadi pada intinya adalah salah satu kunci keberhasilan yang di lakukan oleh job fair yang ada di provinsi Sulawesi Selatan ini.
Sementara target khususnya kita ingin presentase kita bicarakan, kalau dari sisi kuantitatifnya berbeda-beda, dari sisi presentase minimal mendekati diatas 50%. Yang namanya angkatan kerja itu bisa tertampung di dalam yang namanya dibisa pos pos pekerjaan yaitu dalam arti sudah di sediakan dalam perusahaan-perusahaan itu.
Gubeenur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, ada sekitar 7.000 lowongan dengan target misalnya link and match 40%-50% dan itu sudah luar biasa.
‘Jadi ada peluang change bagi mereka mendapatkan pekerjaan itu bisa sebesar 20.000 dan di fikiran saya kalau mau di lihat semua CV nya pasti sudah banyak sekali , paling penting kalau mereka memang niat ingin membuka lowongan pekerjaan dan sudah terbuka seharusnya insyaallah mereka bisa dapat orang.
Job fair ini diperlukan untuk Mengetahui informasi tentang peluang kerja, jobafabilitinya ada atau tidak, jangan sampai mereka tidak tahu jobafabiliti, terkadang kita tidak mengetahui tentang lowongan pekerjaan
Andi Sudirman sendiri mendorong perusahaan-perusahaan untuk mulai menyiapkan kuota bagi pekerja penyandang disabilitas. Apalagi hal tersebut telah tertuang dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (“UU Penyandang Disabilitas) di mana tertuang hak memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, atau swasta tanpa diskriminasi.
Pemprov Sulsel sendiri melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) mendorong hal tersebut. Andi Sudirman pada kesempatan berinteraksi langsung dengan peserta. Di kegiatan ini secara langsung merekrut seorang tuna daksa dan salah seorang seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang juga direkrut untuk menjadi penerjemah bahasa isyarat untuk kegiatan yang ada di Pemprov Sulsel.
“Ada tuna daksa kita ambil untuk bekerja di Pemprov karena kita ada pengkhususan bagi difabel untuk mencapai target 2 persen pekerja disabilitas. Kedua, tadi juga penerjemah (juru bahasa isyarat) yang akan mengisi event-event di Pemprov,” sebutnya.
Adapun keduanya akan disiapkan untuk ditempatkan di Disnakertrans Sulsel dan Biro Adpim Pemprov. Untuk surat keterangan (SK) kerjanya, akan mengisi tenaga pegawai yang kosong.
“Nanti (SKnya), karena biasanya ada yang sudah keluar atau meninggal dunia, bisa juga mengisi yang kosong,”jelasnya.
Andi Sudirman juga menyambut baik beberapa perusahaan yang membuka langsung lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas pada job fair ini.



