Tak Perlu Takut Kehabisan Pulsa di Tanah Suci, Indosat Siapkan Paket “All In” Ini
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Menjelang keberangkatan jemaah haji 2026, berbagai persiapan terus dimatangkan, termasuk urusan komunikasi selama berada di Tanah Suci. Indosat Ooredoo Hutchison pun turut ambil peran dengan menghadirkan layanan roaming yang dirancang khusus untuk kebutuhan jemaah.
Di sela-sela aktivitas di Asrama Haji Sudiang, VP Head of High Value Mobility Growth Indosat Ooredoo Hutchison Yudhistira Muhammad menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa memikirkan kendala komunikasi.
“Fokus saja ibadah. Urusan komunikasi dengan keluarga di Indonesia, itu sudah kami siapkan,” ujarnya.
Indosat menghadirkan paket roaming yang tidak hanya menyediakan kuota internet, tetapi juga layanan telepon dan SMS dalam satu paket.
Kata Yudhistira, hal ini menjadi solusi penting, mengingat beberapa layanan panggilan berbasis internet seperti WhatsApp Call dibatasi di Arab Saudi.
“Kalau ada kebutuhan mendesak, jemaah tetap bisa langsung telepon menggunakan nomor biasa. Jadi lebih aman dan pasti,” jelasnya.
Tersedia dua pilihan paket utama berdurasi 45 hari, yakni 25GB dan 31GB, lengkap dengan bonus telepon hingga 120 menit dan SMS ke semua operator.
Menariknya, paket ini tidak langsung aktif saat dibeli di Indonesia, melainkan baru berjalan saat jemaah tiba di Arab Saudi.
“Begitu mendarat, paket otomatis aktif. Jadi tidak ada cerita masa aktif terbuang,” tambahnya.
Selain itu, jaringan juga dipastikan tetap stabil karena Indosat menggandeng tiga operator besar di Arab Saudi, sehingga potensi blank spot dapat diminimalkan.
Tak hanya itu, jemaah juga bisa berbagi kuota melalui fitur hotspot dengan perangkat lain, sehingga lebih hemat dan fleksibel, terutama bagi rombongan.
Untuk kemudahan akses, pembelian paket dapat dilakukan melalui aplikasi digital, e-commerce, hingga booth yang tersedia di Asrama Haji.
Dengan berbagai kemudahan ini, Indosat berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk tanpa gangguan komunikasi.
“Yang penting ibadah lancar, keluarga di rumah tetap bisa terhubung,” tutup Yudistira.



