Banner

Perjuangan Lisa, Dari Hasil Jualan Sayur Menunaikan Ibadah Haji

 Perjuangan Lisa, Dari Hasil Jualan Sayur Menunaikan Ibadah Haji
Banner
Banner

Makassar, Radioalmarkaz.co.id-Kedatangan jemaah haji Kloter 9 Debarkasi Hasanuddin Makassar asal Kabupaten Gowa dan Bone di Asrama Haji Sudiang, Senin (8/6/2026), berlangsung semarak.

Sejumlah jemaah tampak mengenakan busana khas dengan warna-warna mencolok yang menjadi tradisi penyambutan kepulangan haji di Sulawesi Selatan.

Pesawat yang mengangkut jemaah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan selanjutnya menuju Asrama Haji Sudiang. Setibanya di Wisma Arafah sekitar pukul 10.30 WITA, para jemaah disambut langsung oleh Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Iqbal Ismail.

Salah seorang jemaah asal Kabupaten Gowa, Lisa, menjadi perhatian karena tampil mengenakan busana haji yang telah dipersiapkannya jauh sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Lisa mengaku busana yang dikenakannya dipesan dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, sekitar satu bulan sebelum berangkat haji.

Ia memilih memesan di Palu karena memiliki kenalan yang dapat membantu menyiapkan pakaian tersebut.

“Pesan di Palu karena ada kenalan di situ. Saya pesan sekitar satu bulan sebelum berangkat haji,” ujarnya.

Busana lengkap yang dikenakannya, termasuk aksesori dan misbah, menghabiskan biaya sekitar Rp3.250.000. Meski nilainya cukup besar, Lisa mengaku biaya tersebut telah dipersiapkan sejak lama.

“Sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Memang niat untuk itu,” katanya.
Perempuan yang sehari-hari berjualan sayur di Kendari, Sulawesi Tenggara, itu mengaku telah menunggu selama 15 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji. Ia berangkat seorang diri setelah secara bertahap menabung hasil usahanya.

“Sedikit-sedikit saya tabung dari hasil jualan sayur sampai akhirnya bisa berangkat haji,” tuturnya.

Lisa menjelaskan, setoran awal hajinya sebesar Rp25 juta. Setelah itu ia terus menabung hingga pelunasan biaya perjalanan ibadah haji dapat dipenuhi.

Mengenai perasaannya setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, Lisa hanya mengungkapkan rasa syukur.

“Alhamdulillah,” ucapnya singkat.
Selain membawa pengalaman spiritual yang berharga, Lisa juga membawa berbagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Di antaranya cokelat dan empat boneka unta yang akan diberikan kepada cucu-cucunya.

Tradisi mengenakan busana khas saat kepulangan haji masih menjadi bagian yang melekat bagi sebagian jemaah asal Sulawesi Selatan. Selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, busana tersebut juga menjadi penanda kebahagiaan setelah menuntaskan rukun Islam kelima dan kembali ke tanah air dengan selamat. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *