Banner

Pulau Lanjukang Bakal Punya Dermaga Wisata, Pembangunan Ditarget Mulai 2027

 Pulau Lanjukang Bakal Punya Dermaga Wisata, Pembangunan Ditarget Mulai 2027
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkqz.co.id – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan rencana pembangunan dermaga wisata di Pulau Lanjukang.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas utama untuk menunjang akses wisata bahari di salah satu pulau terluar Kota Makassar tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Andi Hendra Hakamuddin, mengatakan sejumlah tahapan dan prosedur pembangunan telah dilalui. Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memberikan konfirmasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut kepada Pemkot Makassar.

 

“Ini artinya bahwa tidak lama lagi kami dari Pemerintah Kota Makassar akan segera merencanakan untuk membangun dermaga wisata di Pulau Lanjukang agar pulau ini memiliki fasilitas dan kunjungan wisata ke sana juga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).

Menurut Hendra, pembangunan dermaga menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini Pulau Lanjukang belum memiliki fasilitas yang memadai bagi kapal untuk bersandar. Kehadiran dermaga diharapkan memudahkan akses wisatawan sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata bahari di kawasan tersebut.

Saat ini, Dinas Pariwisata tengah melengkapi dokumen administrasi untuk proses tender cepat. Setelah seluruh dokumen siap, pihaknya akan melakukan asistensi dan meminta arahan agar proses tender dapat segera dilaksanakan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses tender diharapkan bisa dimulai pada Desember 2026, sehingga pembangunan fisik dermaga dapat dimulai pada awal 2027.

Menariknya, dermaga wisata tersebut dirancang tidak hanya mengedepankan fungsi infrastruktur, tetapi juga mengangkat identitas lokal masyarakat Pulau Lanjukang.

Hendra mengungkapkan, desain dermaga direncanakan menyerupai cumi-cumi, yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat setempat yang selama ini banyak menggantungkan hidup dari hasil laut, termasuk menangkap cumi-cumi.

Konsep tersebut diharapkan menghadirkan karakter tersendiri bagi dermaga wisata Pulau Lanjukang dengan memadukan aspek ekonomi, budaya, dan ekologi.

Namun, pembangunan dermaga tetap harus memperhatikan daya dukung lingkungan. Pasalnya, sebagian besar wilayah Pulau Lanjukang merupakan kawasan konservasi sehingga ukuran dermaga tidak bisa dibuat terlalu besar dan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Tidak hanya infrastruktur, pemerintah juga akan mengatur kapasitas kunjungan wisatawan. Pembatasan jumlah pengunjung akan ditentukan berdasarkan kajian daya dukung kawasan, baik dalam hitungan bulanan maupun tahunan.

“Kita akan berikan batasan selama satu tahun, selama satu bulan itu berapa pengunjung yang bisa datang ke sana,” jelasnya.

Hendra menambahkan, pengembangan Pulau Lanjukang diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun konektivitas wisata antarpulau di Kota Makassar. Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak hanya terfokus pada satu pulau, tetapi juga dapat mendorong pengembangan destinasi wisata bahari lainnya.

Selain menikmati keindahan alam melalui aktivitas snorkeling dan menyelam, wisatawan nantinya juga diharapkan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut.

Pemkot Makassar berharap pembangunan dermaga wisata ini dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem kawasan konservasi.(RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *