Banner

Polemik Pembangunan Rel Kerera Api, Masih Terjadi

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Pembangunan Rel Kereta Api sampai saat ini belum menemui titik terang dan masih menjadi pembahasan. Pemerintah Kota Makassar sejauh ini mendukung program strategis nasional (PSN) pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare, namun harus sesuai perencanaan yakni konsep layang atau elevated.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto beberapa waktu lalu menekankan pentingnya pembangunan Rel Kereta Apii sesuai perencanaan awal. yakni konsep layang atau elevated.

Dinas Komunikasi Informatika Kota Makassar, pagi tadi mengelar Coffe Morning, dengan tema Tantangan dan Peluang Pembangunan Rel Kereta Api Makassar – Maros.

Sekertaris Dinas Tata Ruang Kota Makassar, Dr. Fuad Azis yang hadir sebagai narasumber mengatakan, “fenomena ini leading sektornya di kami, tentu dalam rangka perwujudan restorasi ruang yang di inginkan Wali kota yang paling pertama adalah mendukung pembangunan Rel Kereta tetapi model Rel Kereta yang dilakukan atau investasi terhadap itu perlu kita lihat juga karena model yang kita inginkan dan yang ingin disajikan dalam rencana rinci tata ruang kita dan sinkronisasi pemanfaatan dan pengendalian ruang itu adalah bentuknya elevated.

Selain itu Fuad Menambahkan, salah satu faktor yang menyangkut di tata ruang perlu diketahui bersama bahwa kereta api yang dibangun apakah landed atau elevated.

Tujuannya adalah kalau menggunakan elevated tentu bisa mengurai kemacetan. Tetapi kalau menggunakan landed tentu akan menambah kemacetan, itu salah satunya. Yang jelas sosial, lingkungan dan ekonomi dan beberapa sektor lain itu sudah di kaji secara rinci.

Lanjut Fuad, Ada sebuah kajian sebelum melakukan pelaksanaan konstruksi kita sudah harus tetap berkoordinasi dengan tingkat kota dalam hal ini kota Makassar.

Sampai saat ini koordinasi hal ini belum kita dapatkan tapi kami secara enternal mulai dari SKPD SKPD terkait sudah melakukan kajian-kajian bagaimana kondisi yang kita harapkan termasuk Wali kota, terus memberi yang namanya ide dan konstruksi masa depan, “tegas Fuad.

Sementara itu, Yusran Aktifis Lingkungan yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, spasial plan Tata Ruang bukan emosial ini sudah disusun melalui studi kelayakan prakteknya, karena rencana desain Tata Ruang Kab. Pangkep, Barru dan Maros. Sementara Propinsi sudah menetapkan rencana wilayah zona pesisir, pulau dan kepulauan baru tahun kemarin logikanya dimana , menggunakan landed dan elevated, sementara di Indonesia hanya ada dua Jakarta dan Makassar.

Dan ini bukan Project Gubernur, melainkan kebutuhan masyarakat, dan yangpasti mengurangi kamacetan.

Fuad menambahkan persoalan 50 meter dengan 5 meter tentu dalam persoalan program Strategis Nasional tidak menjadi persoalan di Balai karena ini proyek PSN.

“Tetapi menjadi kendala buat kami karena akan menimbulkan dampak seperti terciptanya ke kumuhan disaat persoalan Landed, kemudian akan kurangnya resapan-resapan air yang tentunya kita sudah tau bersama didaerah biringkanaya maupun Tamalanrea merupakan daerah yang konturnya sangat rendah menjadi kawasan banjir, tutup Fuad Kamis, (25/08/2022).

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *