Sasar Generasi Muda, KPAP Gelar Seminar Penaggulangan Narkoba Dan HIV/ADS di Kampus UNM

MAKASSAR, RAZFM – Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Selatan (KPAP Sulsel) mengadakan Seminar Penaggulangan Narkoba Dan HIV/ADS di Menara Phinisi UNM, Jln. A.P Pettarani, Kamis, 25/08/22.
Seminar ini menghadirkan narasumber
Prof Heri Tahir (Guru Besar Ilmu Hukum UNM) dan Prof Arlin Adam (Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Unhas).
Kegiatan ini Mengusung Tema “Penanggulangan Narkoba dan HIV-AIDS: Strategi dan Kebijakan dalan Aktivitas Akademik” dan dihadiri oleh Mahasiswa UNM dari berbagai jurusan.
Rektor UNM Prof Husain Syam yang di Wakili oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR ll) Prof Karta Jayadi mengatakan terkait dengan banyaknya unsur-unsur yang bisa mempengaruhi cara berfikir cara bertindak kemudian cara bergaul inilah yang terus menerus harus disampaikan kepada generasi muda.
“Berbicara tentang Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif (NAPZA) serta HIV/AIDS dan sebagainya itu tidak mengenal usia, cuma Kenapa kita sasar usia muda karena merekalah sebagai generasi penerus,” ucapnya.
Karta Jayadi mengungkapkan generasi muda perlu diberikan sosialisasi dan Edukasi terkait penyalahvunaan Narkoba.
“Pemerintah kita ini melalui berbagai lembaga, organisasi terus menerus memberikan arahan, serta pemahaman kepada generasi agar terhindar dari hal-hal yang negatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Karta Jayadi menjelaskan NAPZA dan HIV-AIDS ini persoalan dunia maka dibutuh kan orang yang menyampaikan gagasan-gagasan yang cemerlang terkait dengan cara menanggulanginya.
“Konsep-konsep dalam Penaggulangan perlu digagas lebih bagus dengan ke daerah- daerah menampilkan gambar orang yang terkena HIV Aids dan Narkoba serta pengaruh dan dampaknya,” sambungnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang di Wakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dr. Andi Mappatoba menuturkan Kegiatan mengapresiasi atas adanya seminar ini.
“Seminar ini merupakan momentum yang sangat baik karena ini sangat penting apalagi di kaitkan dengan tema terkait dengan civitas akademika memang secara nyata kita tidak bisa menutup mata bahwa penyalahgunaan Narkoba ini identik dengan pergaulan bebas, seks bebas, sehingga terjadi HIV/Aids. Dan hampir 70% kasus Narkoba itu linear dengan kasus HIV/Aids. Dan dampak Narkoba terutama bagi pemuda itu hampir dikatakan memmatikan masa depannya karena sulit untuk keluar ketika sudah kecanduan,” jelasnya.
Sehingga upaya upaya pemerintah untuk mencegah hal-hal tersebut adalah dengan pendekatan-pendekatan kepada generasi muda seperti seminar hari ini.
Lebih jauh Andi Mappatoba mengatakan narkoba saat ini sudah masuk ke tingkat pendidikan paling bawah, sudah banyak anak SD juga memakai yang dikemas seperti permen.
“Dengan kecenderungan tersebut kalangan anak-anak diperkirakan 40-50 orang meninggal per hari dan ini berpotensi akan bertambah,” katanya.
Berdasar data dari dinas kesehatan trend perkembangan HIV/Aids di Sulawesi Selatan dari tahun 2005-2021 angka kasus sebesar 2.531 terkhusus tahun 2021 sebanyak 1.490 orang.
Berdasar data dari dinas kesehatan tersebut baik Narkoba Dan HIV Aids itu Fenomena seperti gunung es yang dilaporkan terlihat lebih kecil namun yang belum terdata itu jauh lebih besar angkanya.



