Pj Gubernur Kumpulkan Seluruh Penyuluh Pertanian, Edukasi Budidaya Pisang Cavendis

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura (TPH-Bun) Sulsel, menggelar temu Koordinasi Gerakan Pengembangan Budidaya Pisang di GOR Sudiang, Makassar, Kamis, 9/11/23.
Sebanyak 1868 peserta yang hadir di kegiatan ini. Selain Penyuluh Pertanian, ada juga penyuluh kehutanan, THL perkebunan, pengawas benih tanaman (PBT), petugas pengendali organisme penganggu tumbuhan (POPT) dan mahasiswa Polbangtan.
Kegiatan ini bertujuan mengkoordinasikan pelaksanaan Gerakan Pengembangan Budidaya Pisang dengan petugas lapangan dan stakeholder, terkait sosialisasi potensi dan prospek pengembangan komoditas pisang dalam menjaga ketahanan pangan, mengenalkan budidaya pisang melalui kultur jaringan dan bonggol.
Turut hadir Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel Causa Iman Karana, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, dan Kepala OJK Regional VI Darwisman.
Pj Gubernur Bahtiar mengatakan peran penyuluh pertanian sangat penting dalam menjalankan program budidaya pisang di Sulsel.
“Penyuluh adalah andalan saya, karena dialah orang-orang yang memiliki kualifikasi kemampuan membimbing masyarakat dan penyuluh itu hidupnya bersama masyarakat dia hidup di tengah masyarakat dan di kampung-kampung, hutan-hutan, pulau-pulau, mereka orang-orang hebat,” kata Bahtiar usai kegiatan.
Tak hanya mengajarkan tata cara budidaya pisang dengan baik dan benar ke masyarakat, namun Bahtiar meminta agar penyuluh pertanian harus memiliki lahan sendiri, sebagai percontohan bagi masyarakat.
“Nah hanya saja selama ini konsepnya pada program penyuluh di arahkan membuat percontohan, tapi tidak pernah dipikirkan penyuluh, kalau saya, saya balik, penyuluh juga harus kita perhatikan nasibnya, yang paling penting adalah untuk masyarakat,” tuturnya.
Bahtiar menyebutkan peluang ekonomi di sektor pertanian sangat besar di Sulsel saat ini terdapat 2 juta lahan tidur atau tidak produktif di Sulsel.
“Nanti bibitnya dari saya, hasilnya buat Penyuluh sendiri, jadi tugas pertamanya itu cari lahan untuk kasih contoh Bagaimana cara menanam budidaya pisang cavendis yang benar sesuai dengan hukum-hukum dan ilmu-ilmu pengetahuan tentang budidaya pisang itu, soal kebutuhan lain seperti peralatan lainnya nanti saya pikirkan,” ujar Bahtiar.
satu hektar minimal dua ribu bibit, kami sudah siapkan 2 juta setengah bibit Samapi 10 juga bibit sekarang.
Bahtiar manyampaikan agar lebih maksimal, penyuluh pertanian dibuat lembaga berbasis kecamatan khusus budidaya pisang cavendis.
“Teman-teman penyuluh ini Saya minta ini di lembagakan supaya model pengorganisasiannya bagus ini budidaya pisang, kita bikin basisnya teritor kecamatan, supaya kita bisa organisir, karena di kecamatan ada balai penyuluh pertanian,” imbuhya.



