Pengawasan Siswa Sekolah Rakyat Diperkuat dengan Teknologi Digital
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Sekolah Rakyat mulai memperkuat sistem pengawasan aktivitas siswa melalui penerapan absensi digital yang terintegrasi dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua.
Sistem tersebut memungkinkan aktivitas siswa tercatat saat memasuki asrama, ruang kelas, tempat ibadah hingga fasilitas makan. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem pendidikan berasrama.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengatakan, penggunaan sistem digital diperlukan mengingat luasnya lingkungan Sekolah Rakyat dan banyaknya aktivitas siswa yang perlu dipantau.
“Setiap siswa yang mau masuk asrama, mau masuk kelas, mau beribadah, mau makan, itu cukup menggunakan kartu, ngetap, dan sudah terhubung dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua,” kata Saifullah dalam kegiatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulsel, Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Makassar, Jumat (25/9/2026).
Menurut Saifullah, sistem tersebut menjadi salah satu instrumen untuk membantu sekolah mengetahui keberadaan dan aktivitas siswa secara lebih terukur.
Pengawasan digital juga melengkapi mekanisme pengawasan lain yang telah diterapkan di lingkungan Sekolah Rakyat, termasuk penggunaan kamera pengawas atau CCTV.
“Di samping ini ada mekanisme pengawasan, ada juga dilengkapi dengan teknologi, CCTV misalnya, ditambah lagi dengan yang difasilitasi oleh BNI ini,” ujarnya.
Saifullah menyampaikan, sistem absensi digital tersebut nantinya akan diterapkan di seluruh gedung permanen Sekolah Rakyat.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho mengatakan, dukungan terhadap digitalisasi menjadi salah satu bagian dari program BNI Sahabat Sekolah Rakyat.
Melalui pilar Cerdas Kelola, BNI mendukung pemanfaatan teknologi agar aktivitas di lingkungan Sekolah Rakyat dapat tercatat dan dikelola secara lebih terukur.
“Semua aktivitas di sekolah itu bisa dilakukan dengan lebih terukur dan bisa terselenggara dengan lebih baik lagi,” kata Eko.
Selain mendukung digitalisasi, kolaborasi tersebut juga mencakup literasi keuangan, kebiasaan menabung sejak dini, serta edukasi kepedulian terhadap lingkungan.
Saifullah menegaskan, kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan bagian dari rancangan awal program Sekolah Rakyat. Pemerintah tidak hanya melibatkan kementerian dan pemerintah daerah, tetapi juga dunia usaha dan BUMN.
“Sejak awal Sekolah Rakyat dirancang untuk berkolaborasi dengan para pihak,” katanya.
Dengan penguatan sistem digital, pemerintah berharap pengelolaan Sekolah Rakyat dapat semakin terukur, sekaligus membantu guru dan orang tua dalam memantau aktivitas siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.(RB)



