Banner

Dari GOR Sudiang, Mensos Dorong Digitalisasi Bansos dan Gerakan Peduli Tetangga

 Dari GOR Sudiang, Mensos Dorong Digitalisasi Bansos dan Gerakan Peduli Tetangga
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pemerintah Kota Makassar memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelibatan RT dan RW sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) dalam proses pendataan masyarakat.

Kota Makassar menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk memperkuat sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Gerakan tersebut resmi diluncurkan Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di GOR Sudiang, Jalan Pajjaing Nomor 73, Makassar, Minggu (4/10/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, program tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memastikan warga yang membutuhkan tidak terlewat dalam sistem perlindungan sosial.

“Kita berharap dengan kolaborasi ini bisa memastikan bahwa perlindungan sosial atau bantuan-bantuan yang datang dari pemerintah benar-benar bisa sampai tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkannya,” ujar Munafri.

Menurutnya, Makassar menjadi salah satu kota yang dipilih sebagai pilot project program Perlinsos bersama sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Program tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam membangun sistem pendataan yang lebih akurat.

Munafri mengatakan, RT dan RW menjadi prioritas awal karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat.

Melalui peran tersebut, RT dan RW diharapkan dapat membantu memastikan warga di lingkungannya telah terdata dengan benar dan memiliki data yang valid untuk mendapatkan program perlindungan sosial.

“Ini memberikan gambaran terhadap kepedulian kita untuk memastikan bahwa orang-orang yang paling dekat atau tetangga kita dulu, apakah mereka sudah masuk atau terdata dengan data yang valid,” katanya.

Hingga saat ini, progres pendaftaran Agen Perlinsos di Makassar telah mencapai 31 persen. Angka tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan capaian tiga bulan sebelumnya.

Pemkot Makassar pun menargetkan cakupan tersebut terus meningkat hingga mencapai 50 persen pada akhir tahun.

“Target di akhir tahun insyaallah bisa sampai di 50 persen angka kami, untuk memastikan bahwa 50 persen ini benar-benar menjadi agen yang mampu merambah lebih dari 50 persen wilayah perkotaan,” kata Munafri.

Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menjelaskan, konsolidasi data menjadi dasar utama pemerintah dalam memperbaiki penyaluran bantuan sosial.

Menurutnya, pemerintah kini mengembangkan digitalisasi bansos dengan menghubungkan sejumlah basis data pemerintah. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk melakukan registrasi ulang, mengusulkan penerima baru, maupun menyanggah data yang dinilai tidak sesuai.

Syaifullah mengatakan, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan karena tidak semua warga memiliki kemampuan atau akses untuk menggunakan layanan digital secara mandiri.

Karena itu, pemerintah membuka kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat menjadi Agen Perlinsos, termasuk RT/RW, pemuda, organisasi masyarakat, komunitas perempuan, TNI-Polri hingga wartawan.

“Semua kita libatkan. Karena kita punya target akhir tahun sudah lebih dari 50 persen, itu perlu gotong royong,” ujar Syaifullah.

Ia menyebut cakupan masyarakat Sulawesi Selatan yang telah masuk dalam sistem digital Perlinsos saat ini baru sekitar 6 persen, dengan Makassar menjadi daerah yang memberikan kontribusi terbesar.

Sistem tersebut ditargetkan menjadi dasar penyaluran bansos pada 2027, sehingga bantuan pemerintah dapat semakin tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *