Banner

Pemkot Makassar dan UIM Dorong Kelompok Tani Kembangkan Budidaya Jamur

 Pemkot Makassar dan UIM Dorong Kelompok Tani Kembangkan Budidaya Jamur
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian berkolaborasi dengan Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar pelatihan budidaya jamur bagi kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) di Kota Makassar.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Remcy Makassar tersebut digelar selama tiga hari, 21–23 September 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan ilmu dan teknologi budidaya jamur agar dapat dikembangkan masyarakat sekaligus memiliki nilai produktivitas, kesehatan, dan ekonomi.
Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi dengan praktik yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

“Ilmu yang ada di kampus, teori itu, bisa dipraktikkan di masyarakat. Sehingga nilai produktivitasnya, nilai kesehatan, dan nilai ekonomisnya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak,” ujar Prof. Muammar.

Menurutnya, budidaya jamur di lingkungan kampus saat ini masih dilakukan dalam skala terbatas. Dengan keterlibatan masyarakat yang lebih luas, produksi diharapkan dapat ditingkatkan.

Selain dikonsumsi secara langsung, hasil budidaya jamur juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti makanan olahan hingga bahan ekstrak obat-obatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk mendorong KWT dan kelompok tani agar lebih aktif mengembangkan usaha produktif.

Aulia menyebut, saat ini terdapat lebih dari 300 KWT dan kelompok tani yang telah terbentuk di Kota Makassar. Namun, tidak seluruh kelompok masih aktif menjalankan kegiatan.

Karena itu, peserta pelatihan dipilih melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan aktivitas dan keseriusan kelompok dalam menjalankan kegiatan di lapangan.

“Harapan kami setelah adanya pelatihan ini, budidaya jamur bisa betul-betul dikembangkan di Kota Makassar,” kata Aulia.

Dari lebih dari 300 kelompok yang ada, sebanyak 30 kelompok mengikuti pelatihan budidaya jamur kali ini.

Aulia berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut dan mengembangkan budidaya jamur secara berkelanjutan. Ia juga mendorong terbentuknya komunitas budidaya jamur yang nantinya dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya di Kota Makassar.

Menurutnya, peluang pengembangan budidaya jamur cukup terbuka karena pasar untuk hasil produksi sudah tersedia. UIM juga disebut siap menyerap hasil produksi jamur yang dikembangkan oleh kelompok tani.

Selain budidaya jamur, Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar telah menjalankan sejumlah program di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi.

Aulia berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *