OJK Ungkap Ekonomi Sulsel Stabil, TPAKD Dorong Inklusi Keuangan hingga Pelosok Daerah
Makassar, Radioalmarkaz-.co.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar TPAKD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah 2025 sebagai langkah strategis mempercepat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,01 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 7,60 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 75,18
“Stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi utama capaian ekonomi Sulsel. Namun, peningkatan akses keuangan harus diiringi literasi dan perlindungan konsumen,” ujarnya.
Muchlasin menambahkan bahwa maraknya pinjaman online dan investasi ilegal masih menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, OJK terus memperkuat pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip, menekankan pentingnya pembiayaan produktif bagi UMKM di tengah perlambatan ekonomi global. Menurutnya, penguatan intermediasi sektor jasa keuangan sangat dibutuhkan untuk menjaga daya tahan ekonomi daerah.
Sementara itu, Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya mengintegrasikan program TPAKD ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Sulsel, Inyo, menyebut sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2026.
Sepanjang 2025, TPAKD Sulsel mencatat sejumlah capaian, antara lain perluasan ekosistem keuangan inklusif di desa prioritas, pembukaan lebih dari 2,15 juta rekening pelajar melalui program OSOA, percepatan adopsi QRIS, serta penguatan pembiayaan UMKM dan komoditas kakao.
Melalui forum ini, OJK Sulselbar menegaskan komitmen untuk terus mendorong sinergi lintas sektor demi pemerataan akses keuangan dan penguatan ekonomi Sulawesi Selatan. (*)



