Banner

OJK Ekonomi Sulsel Mengalami Perlambatan di Triwulan Ke III

 OJK Ekonomi Sulsel Mengalami Perlambatan di Triwulan Ke III
Banner
Banner
OJK Ekonomi Sulsel Mengalami Perlambatan di Triwulan Ke III

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan posisi Oktober 2023 terus mencatatkan pertumbuhan positif, ditopang fungsi intermediasi yang tinggi
dan tingkat risiko yang terkendali.

Selaras dengan itu, pertumbuhan indikator utama perbankan Sulsel juga selalu tumbuh cukup tinggi di atas nasional. 

Darwisman, Kepala Otiritas Jasa Keuangan (OJK) SulselBar, melihat, jika ekonomi Sulsel mengalami perlambatan di triwulan Ke III, tumbuh 4,05 persen YoY, yang sebelumnya mencapai 5,00 persen. Namun hal itu tidak mengangganggu kinerja industri jasa keuangan (IJK) yang terus menunjukkan tren positif hingga Oktober.

“Perlambatan ini disebabkan pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, dan share PDRB Sulsel Triwulan 2023 menurun.
Pertanian sendiri terjadi pada Padi, termasuk kelapa sawit. El nino mengakibatkan kekeringan sehingga terjadi gagal panen dan mempengaruhi produktifitasnya,”
tutur Darwisman pada kegiatan Journalist Update Perkembangan Industri Jasa Keuangan Sulsel, di Bali 4 Desember 2023.

Pada Oktober kinerja perbankan Sulsel mengalami pertumbuhan secara YoY dimana untuk aset Rp187,60 triliun atau meningkat 9,55 persen YoY, DPK Rp125,15 triliun atau meingkat 7,11 persen YoY, dan kredit Rp153,98 triliun atau meingkat 12,18 persen YoY. Selain dari sektor perbankan pertumbuhan kinerja juga terjadi di berbagai layanan jasa keuangan lainnya.

Poduk saham, reksadana, dan SBN mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan terlihat dari rekening investasi Sulsel, hal yang didorong untuk kemandirian literasi keuangan masyarakat, dan perbankan terus melakukan penghimpunan dana di masyarakat.

OJK sendiri telah menyelenggarakan kegiatan edukasi dan literasi sebanyak 105 kegiatan selama 2023,. Hal yang membuat capain DPK kata Darwisma, kurang optimal karena banyak dunia usaha di Sulsel, yang hasil usaha yang diperoleh di Sulsel, sebagian besar dananya dikembalikan di kantor pusatnya bukan berputar di Sulsel.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *