Banner

Lewat Program Inklusi PKBI Sulsel, Mendorong Seluruh Masyarakat Mendapat Perlakuan Setara Dan Kesempatan Yang Sama

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Cabang Sulawesi Selatan kembali mengadakan Musyawarah, Pertemuan Forum Kemitraan Lintas Stakeholder di Tingkat Daerah yang berlangsung di Hotel Fave, Sabtu (03/09).

Direktur Eksekutif Daerah Sulsel, Andi Iskandar Harun mengatakan, pertemuan dengan tema “Anak yang berkonflik dengan hukum dan kelompok terpinggirkan” adalah salah satu bagian
Program INKLUSI dalam upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.

“Program INKLUSI adalah upaya mendorong agar seluruh masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama
sebagai warga negara terlepas dari status gender dan sosialnya. Serta dapat mendukung kebijakan perlindungan dan pemenuhan pelayanan dasar bagi ABH dan Kelompok terpinggirkan, ujar Andi Iskandar.

Dalam musyawarah ini PKBI Sulsel di dukung oleh PKBI pusat, dan di hadiri 12 pengurus dari Kabupaten kota yang ada di Sulsel, termasuk juga remaja yang tergabung dalam Forum Remaja PKBI.

Andi Iskandar Menambahkan, Musyawarah ini juga di rangkaiankan dengan dialog publik terkait dengan bagaimana perlindungan pada anak yang bermasalah dengan hukum, yang saat ini sedang marak-maraknya kasus kekerasan seksual pada anak terutama anak perempuan di kota Makasar, belum lagi walikota sempat mencanangkan makassar di jauhkan dari kekerasan seksual ini menjadi perhatian kita bersama.

Sementara, Retno Dewanti Purba, Wakil Ketua 2 PKBI Pusat, menjelaskan, PKBI di dukung oleh pengurus daerah dan jajaran eksekutif, berusaha bangkit dari keterpurukan yang begitu besar karena pandemi. PKBI juga mendorong anggotanya dan asosias-asosiasi yang ada di bawahnya untuk memperbaiki tata kelola.

Lebih lanjut Retno menambahkan, “Target kita untuk saat ini, berharap dapat mendorong PKBI dari tingkat pusat ke tingkat cabang yang berorientasi dan membuat satu cabang di pemerintah daerah bukanlah pekerjaan yang mudah tapi saya yakin kita bisa, buktinya ketika kita berusaha bangkit dari keterpurukan Alhamdulilah pada saat yang sama kepercayaan kepada kita juga semakin meningkat.

Retno juga menyampaikan, “masalah yang dihadapi pada kelompok terpinggirkan selama ini cukup sulit mendapatkan penerimaan atau hak yang sama di berbagai aspek kehidupan. Berstatus sebagai kelompok terpinggirkan melemahkan posisinya sebagai individu baik di lingkungan sosial masyarakat dan bahkan akses ke layanan publik. Bahkan sering menghadapi perlakuan diskriminasi tanpa adanya dukungan maksimal dari berbagai pihak, partisipasi di masyarakat,
terabaikan di perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, hak berpendapat, opini negatif, serta bersuara dan berekspresi yang dibatasi. Sehingga tak jarang mereka kehilangan hak paling dasar sebagai warga negara.

“Banyak pihak tentunya yang harus mengambil peran dan tanggung jawab untuk bersama mengupayakan kemitraan. Untuk itu PKBI Sulawesi Selatan melalui Program INKLUSI yang didukung oleh Cowater Internasional, berupaya menggalang dukungan dan kemitraan kepada berbagai pihak terkait, “tutup Retno.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *