Banner

Lewat Miitigasi dan Kolaborasi, Mentan SYL Mengajak Semua Pihak Menjaga Ketahanan Pangan

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sulawesi Selatan, di Taman Maccini Makassar. Mengajak semua pihak bahu membahu dan bersinergi menjaga ketahanan pangan dalam menghadapi kontraksi ekonomi global.

“Pejabat, TNI, dan Keterlibatan semua pihak, di Sulawesi, Maluku, dan Papua saat ini semua hadir untuk memberikan komitmen bersama,” ungkap Syahrul.

Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta Bank Indonesia dan pemerintah daerah untuk terus memantau harga dan menjaga tingkat inflasi pangan Indonesia yang saat ini masih terkendali. Selain harga pangan di pasar, pengendalian harga di tingkat petani pun harus terjamin sehingga kenaikan harga pangan sejalan dengan peningkatan pendapatan petani.

Dalam kesempatan tersebut Mentan SYL, mengungkapkan, Saya bersama Deputi BI, Pangdam TNI Hasanuddin, dan jajaran pemerintah daerah yang hadir tengah membicarakan bagaimana menyikapi inflasi dari kondisi global yang ada.

Perlu disikapi inflasi dunia itu lagi bergerak sangat signifikan. Sesuai data, Indonesia termasuk dalam jajaran negara yang inflasinya sekitar 4 persen lebih, cukup rendah dibanding negara lain,” demikian ungkap Mentan Syahrul saat memberi keterangan pers pada acara Kick Off, Senin, (24/10/22)

Demikian, lanjut dia,, yang kita bicarakan sekarang ini sangatlah penting apalagi situasi yang tidak baik-baik saja. apa yang menjadi resep dan obatnya, dijajaran Kementan berfikir perlu adanya strategi, untuk kita bisa keluar dari masalah ini.

Strategi pertama memitigasi dan mengadaptasi tantangan karena kalau kita diam saja akan hancur, strategi kedua melakukan kolaborasi atau kerjasama karena tidak ada negara yang jago, jangan ada yang berfikir kita dalam baik-baik saja, karena 2023 pandangan work bank dan IMF, terprediksi secara pasti 2023 dan tahun berikutnya akan terlihat gelap, karena hari ini kita bisa menjawab dengan meping. Dua belas komoditi yang ada dijamin akan aman sampai Desember 2022 dari importasi, daging sapi dan kerbau, dan yang bersoal nanti kedelai karena Indonesia terlalu banyak mengimport, “tutupnya.

Persoalan penanganan pangan tergantung pada semua pihak. Kementan akan membantu memfasilitasi bersama pihak terkait. Harus bersinergi menghadapi kontraksi global itu, apalagi Indonesia masuk sebagai salah satu negara dengan inflasi yang masih cukup terjaga di tingkat dunia.

Turut hadir jajaran eselon 1 Kementan, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara, Pangdam XIV/Hasanuddin, Totok Imam Santoso, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (BPN) Gusti Ketut Astawa, Gubernur Sulawesi Selatan di wakilkan Kepala Dinas TPHBun, Imran Jausi. (RB)

#KetahananPangan
#MenekanInflasi
#GNPIP
#BankIndonesiaSulsel
#PemerintahSulsel

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *