Banner

Lantik Kepala BKKBN Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Pesan Perlu Langkah Strategis Mengatasi Stunting

 Lantik Kepala BKKBN Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Pesan Perlu Langkah Strategis Mengatasi Stunting
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman secara resmi mengukuhkan Shodiqin sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Senin, 28/08/23.

Turut hadir, Kepala BKKBN di wakili oleh Fungsional Ahli Utama BKKBN drg. Widwiono, M.Kes, Kepala Perwakilan Sulsel, Kepala OPD KB Kabupaten/Kota Se Sulsel, serta anggota Forkopimda Sulsel.

Dalam sambutan Gubernur Andi Sudirman menyampaikan selamat kepada Shodiqin yang telah resmi dikukuhkan.

“Saya ucapkan selamat bekerja dan selamat datang kepada bapak Shodiqin, harapan kita bahwa lebih mudah beradaptasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan tugas BKKBN di Sulsel cukup banyak tantangannya, sebab masih banyak persoalan mendasar keluarga yang belum tuntas.

“Kalau BKKBN Sulsel banyak tantangannya, BKKBN bagian perencanaan keluarga sementara di Sulsel ini banyak persoalan mendasar keluarga,” kata Gubernur.

Andi Sudirman menyebutkan perlu langkah strategis jitu untuk mengatasi berbagai persoalan keluarga terutama masalah stunting.

Dia berharap BKKBN mengambil peran strategis yang berbeda dari kegiatan normatif sebelumya terutama dalam perencanaan keluarga, bagaimana penugasan baru terkait stunting.

“Jadi Sulsel ini salah satu Provinsi yang butuh perhatian terkait masalah stunting, kita pernah 35 persen di 2020, turun jadi 30 di tahun 2021, kemudian 27,4 di tahun 2022, update terakhir pertengahan tahun 2023 ini turun jadi 27,2,” kata Andi Sudirman.

“Stunting ini fluktuatif karena pasti ada kelahiran ini menjadi tugas pertama bagi kita dan tugas yang diberikan BKKBN rasanya cukup besar tapi jangan khawatir Pemerintah provinsi, bahkan jajaran TNI, Polri, sudah di tugaskan jadi kita sama-sama bekerja menuju tahun 2024 mencapai target penurunan 14 persen,” tuturnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Dr. Hasto Wardoyo yang di wakili oleh Fungsional Ahli Utama BKKBN drg. Widwiono, M.Kes menyampaikan apresiasinya kepada Pemerntah Provinsi (Pemprov) Sulsel atas kinerja yang baik dalam penurunan stunting.

“Apresiasi kepada Pemerintah provinsi Sulsel dan BKKBN Sulsel sudah menurunkan stunting, kemudian diharapkan tahun ini bisa ditingkatkan lagi sesuai dengan rahan presiden tahun 2024,” tukasnya.

Dirinya menyampaikan bahwa angka kesuburan di Sulsel cukup bagus angka 2,9 persen Namun ia berharap Sulsel bisa berada di angka ideal yakni di 2,1 persen.

“Dan kedua beliau juga menitipkan angka kesuburan sudah bagus di angka 2,9% persen namun Presiden juga mengharapkan tahun 2024 bisa turun 2,1%untuk kabupaten kota yang 2,1 mungkin tinggal di manage saja karena paling rendah itu 2,0%, kalau dibawah lagi itu sudah melampaui jadi sebisa mungkin ditahan dan merupakan angka yang ideal,” beber Widwiono

Widwiono juga menekankan program KB pasca kelahiran sebab erat kaitannya dengan program penurunan stunting.

“Ketiga KB Pasca persalinan karena kaitannya ada dengan stunting, jadi kalau KB pasca persalinan itu bisa di naikkan sampai 75 persen ini akan berdampak pada penurunan stuntuing terutama KB nya jangka panjang,” ujarnya.

“Jadi kalau KB-nya bisa dilaksanakan dengan metode kontrasepsi jangka panjang maka stunting bisa turun dan angka kematian bayi juga turun,” tambahnya. (Shahibul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *