Kouta Haji 2026 Torut, Hanya 1 Jemaah Haji yang Berangkat
Makassar – Kuota jemaah haji asal Toraja Utara tahun 2026 menjadi sorotan setelah hanya satu orang yang diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Toraja Utara, Sudirman M. Said menjelaskan bahwa jemaah tersebut merupakan jemaah yang telah melunasi biaya haji sejak tahun sebelumnya.
“Jemaah yang berangkat ini adalah jemaah lunas tahun lalu. Kalau ikut reguler, kemungkinan belum berangkat tahun ini. Karena sudah melunasi lebih dulu, maka tahun ini bisa diberangkatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penentuan kuota haji sepenuhnya mengikuti sistem dan regulasi nasional berdasarkan daftar tunggu. Saat ini, daftar tunggu jemaah haji di Toraja Utara masih berada pada pendaftar tahun 2014 dengan jumlah antrean mencapai 553 orang.
“Pemberangkatan berdasarkan nomor porsi. Untuk Toraja Utara, sekarang masih di daftar tunggu tahun 2014,” jelasnya.
Sudirman menambahkan, minimnya kuota tahun ini juga dipengaruhi oleh mekanisme pembagian di tingkat provinsi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Toraja Utara memberangkatkan sekitar 20 jemaah.
Untuk tahun mendatang, peluang penambahan kuota masih bergantung pada kebijakan nasional, termasuk kemungkinan adanya porsi khusus bagi jemaah lanjut usia.
Ia juga mengungkapkan bahwa masa tunggu haji di Toraja Utara mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya mencapai 29 tahun, kini telah diseragamkan secara nasional menjadi sekitar 8 tahun 4 bulan.
Meski demikian, ia berharap Toraja Utara tetap mendapatkan kuota setiap tahun sebagai bagian dari syiar Islam di daerah tersebut.
“Walaupun jumlah umat Islam tidak banyak, kami berharap tetap ada jemaah yang diberangkatkan setiap tahun,” tambahnya.
Sementara itu, satu-satunya jemaah asal Toraja Utara yang berangkat tahun ini, Indra Dama Wijaya, saat ditemui redaksi radio almarkaz Sabtu (02/05) diAsrama Haji Sudiang Makassar mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan berhaji dalam waktu dekat.
Ia berangkat menggantikan orang tuanya yang meninggal dunia setahun lalu.
“Senang, tidak bisa berkata-kata,” ungkap Indra.
Ia mengaku persiapan yang dilakukan terbilang sederhana dan cenderung mendadak, seperti belajar melalui video dan membaca panduan ibadah haji.
“Cuma lihat-lihat YouTube dan baca-baca saja,” katanya.
Indra yang merupakan anak pertama dalam keluarga itu menyebut dirinya ditunjuk sebagai pengganti. Ia meninggalkan istri dan tiga anak selama menjalankan ibadah haji.
Saat ditanya pesan untuk keluarga, ia hanya menyampaikan singkat, “Jaga diri.”
Keberangkatan Indra diantar keluarga besar dengan penuh haru, menjadi momen yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menggambarkan panjangnya antrean dan ketatnya sistem pemberangkatan haji di daerah. (RB)



