Rudi Nuruddin Ambary: Pelayanan Embarkasi Makassar Tertib dan Lancar
Makassar, Radioalmarkaz.co.id- Direktur Pengawasan Haji Reguler, Rudi Nuruddin Ambary, memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di berbagai embarkasi berjalan dengan baik dan tertib. Hal tersebut disampaikan usai melakukan pemantauan langsung di Embarkasi Makassar saat ditemui di Asrama Haji Sudiang (06/07).
Rudi menjelaskan, kehadirannya bertujuan untuk memastikan seluruh proses pemberangkatan jemaah haji berlangsung lancar sekaligus meminimalisir potensi permasalahan.
“Kebetulan saya selaku Direktur Pengawasan Haji Reguler ingin melihat kepastian penyelenggaraan haji di setiap embarkasi berjalan dengan baik. Alhamdulillah, dari kemarin sampai hari ini semuanya berjalan sangat rapi di sini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam prosesi pelepasan jemaah agar tidak terlalu berlarut-larut. Menurutnya, sambutan yang terlalu panjang dapat menguras energi jemaah sebelum perjalanan panjang ke Tanah Suci.
“Jangan sampai yang memberikan sambutan terlalu banyak, karena energi jemaah itu sangat dibutuhkan untuk perjalanan nanti,” katanya.
Rudi turut mengapresiasi penerapan layanan Makkah Route (Fast Track) di Embarkasi Makassar yang dinilai sangat membantu mempercepat proses keberangkatan.
Dengan sistem ini, jemaah dapat menyelesaikan proses keimigrasian sejak di Indonesia sehingga setibanya di Arab Saudi tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi.
“Ini sangat luar biasa membantu. Jemaah bisa lebih cepat, dan saat tiba di Arab Saudi tidak ada lagi proses imigrasi,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kendala, salah satunya terkait jemaah yang tidak bisa diberangkatkan akibat pencekalan dari pemerintah Arab Saudi. Meski jumlahnya tidak banyak, hal ini menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Yang saya dengar, ada beberapa jemaah yang tidak bisa berangkat karena pencekalan. Ini jadi catatan, karena seharusnya jika ada masalah, visa tidak keluar sejak awal,” ungkapnya.
Menurut Rudi, persoalan tersebut terjadi karena belum terintegrasinya sistem data antara Indonesia dan Arab Saudi, sehingga deteksi dini terhadap jemaah bermasalah belum optimal.
“Ke depan ini akan kami komunikasikan dengan pihak Saudi, agar data bisa terintegrasi sehingga kasus seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Terkait kritik terhadap penyelenggaraan haji tahun ini, Rudi menyebut hingga saat ini belum ada masukan yang signifikan. Secara umum, seluruh proses berjalan lancar.
“Sampai saat ini saya melihat tidak ada kritik yang terlalu tajam. Hampir semua berjalan lancar. Mudah-mudahan sampai akhir tetap seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pelayanan di Embarkasi Makassar, Rudi menilai seluruh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Pelayanan cukup baik. Tadi saya sempat berbincang dengan Kakanwil, suasananya tertib dan tenang. Ini menunjukkan persiapan yang matang dan kerja tim yang baik,” tuturnya.
Ia berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat terus berjalan lancar hingga seluruh rangkaian selesai, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. (RB)



