Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Pemberangkatan Umrah dari Makassar
Makassar,Radioalmarkaz.co.id- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memastikan konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah hingga saat ini belum berdampak terhadap penyelenggaraan ibadah haji maupun umrah bagi jamaah asal Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji maupun umrah masih berjalan normal, terutama bagi jamaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Makassar menuju Arab Saudi.
“Untuk pelaksanaan haji, alhamdulillah sampai sekarang belum ada dampak terkait konflik di Timur Tengah. Begitu juga dengan umrah, sejauh ini masih berjalan normal,” ujar Ikbal, dikegiatan peringatan malam Nuzulul Qu”ran di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Junat (06/3).
Menurutnya, sebagian besar jamaah umrah asal Sulawesi Selatan menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari Makassar menuju Jeddah atau Madinah sehingga perjalanan mereka relatif lancar.
Namun demikian, kendala masih dialami oleh sejumlah jamaah yang menggunakan penerbangan tidak langsung (indirect) dengan transit di beberapa negara seperti Dubai dan Qatar.
“Jamaah yang menggunakan penerbangan transit sebagian masih menunggu kesiapan penerbangan untuk kembali ke tanah air. Sementara yang menggunakan penerbangan langsung dari Makassar, alhamdulillah sampai saat ini lancar,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebelumnya terdapat sekitar 358 jamaah yang masih berada di luar negeri akibat penyesuaian jadwal penerbangan. Namun jumlah tersebut diperkirakan terus berkurang karena proses pemulangan jamaah masih berlangsung.
“Beberapa hari terakhir ada sekitar dua ribu jamaah yang pulang setiap harinya, sehingga kemungkinan besar jumlah yang masih menunggu juga sudah berkurang,” katanya.
Ikbal juga mengungkapkan, rata-rata jamaah umrah asal Sulawesi Selatan yang berangkat ke Arab Saudi setiap bulan berkisar antara 5.000 hingga 7.000 orang. Khusus pada bulan Ramadan, jumlah tersebut biasanya meningkat hingga sekitar 7.000 jamaah.
Terkait koordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, pihaknya mengaku terus berkomunikasi dengan para biro perjalanan atau travel.
Mengikuti arahan Wakil Menteri Agama, travel diminta untuk sementara menunda pemberangkatan jamaah yang belum berangkat hingga kondisi di Timur Tengah benar-benar aman.
“Kalau travel sudah melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel, selama penerbangannya direct kami yakin masih aman karena sampai saat ini penerbangan langsung dari Makassar masih berjalan lancar, baik untuk keberangkatan maupun pemulangan,” jelasnya.
Di Sulawesi Selatan sendiri tercatat terdapat 254 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta 36 penyelenggara haji khusus yang aktif melayani masyarakat.
“Alhamdulillah semuanya masih berjalan dan terus melayani jamaah di Sulawesi Selatan yang ingin menunaikan ibadah umrah,” pungkasnya. (RB)



