Banner

Kemensos Perkuat Pengasuhan Siswa Sekolah Rakyat dengan Latar Belakang Beragam

 Kemensos Perkuat Pengasuhan Siswa Sekolah Rakyat dengan Latar Belakang Beragam
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa sebagian siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang membutuhkan penanganan dan pendampingan khusus, termasuk siswa yang pernah menjadi korban kekerasan seksual.

Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat menghadiri kegiatan Penguatan Pengasuhan bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi di BBPPKS Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (25/9/2026).

Saifullah mengatakan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera, miskin, miskin ekstrem, maupun keluarga rentan dengan kondisi yang berbeda-beda.

Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Sebagian siswa juga memiliki persoalan kesehatan, belum terbiasa dengan pola kegiatan yang padat, hingga memiliki pengalaman kekerasan.

“Ada di antaranya korban kekerasan seksual. Ada juga yang memerlukan rehabilitasi terlebih dahulu,” kata Saifullah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pendampingan siswa Sekolah Rakyat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Wali asuh dan wali asrama harus mampu memahami kondisi setiap anak sebelum memberikan pendampingan.

Kementerian Sosial, kata Saifullah, juga tidak langsung memasukkan seluruh calon siswa ke proses pembelajaran apabila hasil asesmen menunjukkan mereka membutuhkan pemulihan terlebih dahulu.

Ia mencontohkan siswa yang secara usia sudah berada di tingkat SMA, tetapi belum mampu membaca. Siswa tersebut dapat menjalani proses penyetaraan terlebih dahulu di sentra-sentra Kementerian Sosial.

“Jadi ada matrikulasi yang lebih lama daripada sekolah-sekolah umum,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya bullying dan kekerasan seksual di lingkungan Sekolah Rakyat, Kemensos juga memberikan pembekalan kepada guru, wali asrama, dan wali asuh.

Saifullah mengatakan, pedoman pencegahan kekerasan telah disiapkan dan diperkuat melalui pelatihan agar dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari.

“Yang harus benar-benar bisa melakukan upaya-upaya pencegahan adalah guru dan wali asrama, wali asuh utamanya,” katanya.

Ia menegaskan, pengasuhan di Sekolah Rakyat membutuhkan empati karena anak-anak yang didampingi memiliki pengalaman dan kebutuhan yang beragam.

“Kerja di lingkungan Kementerian Sosial membutuhkan empati. Harus bekerja dengan hati,” ujarnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *