Banner

Kemenag Sulsel Dorong Ekoteologi, Iduladha Jadi Momentum Menjaga Alam

 Kemenag Sulsel Dorong Ekoteologi, Iduladha Jadi Momentum Menjaga Alam
Banner
Banner

MAKASSAR ,Radioalmarkaz.co.id– Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah kurban, tetapi juga menjadi ajakan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia. Pesan tersebut digaungkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui semangat kurban yang berorientasi pada pelestarian alam dan kemanusiaan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Afid, mengatakan bahwa nilai pengorbanan yang terkandung dalam Iduladha perlu diterjemahkan secara lebih luas, termasuk dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Menurutnya, semangat berkurban pada tahun ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mengimplementasikan program prioritas nasional, khususnya penguatan ekoteologi yang menjadi salah satu fokus kebijakan kementerian.

“Spirit kurban pada tahun ini adalah meneguhkan spirit pengorbanan dengan merawat alam dan kemanusiaan,” ujar Ali Afid.

Ia menjelaskan, konsep ekoteologi menempatkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, menjaga lingkungan hidup menjadi bagian penting dalam praktik keberagamaan yang harus terus diperkuat.

“Menjaga dan merawat alam, menjaga lingkungan, adalah sesuatu yang sangat penting. Sama pentingnya dengan menjaga jiwa,” katanya.

Ali Afid menambahkan, kesadaran terhadap lingkungan perlu ditanamkan secara berkelanjutan di seluruh satuan kerja Kementerian Agama agar tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengutip pandangan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang mendorong perluasan konsep maqashid syariah dengan memasukkan aspek pelestarian lingkungan sebagai unsur penting dalam kehidupan umat.

Menurutnya, jika selama ini maqashid syariah dikenal dengan lima tujuan utama, maka menjaga lingkungan hidup layak ditempatkan sebagai unsur tambahan yang memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan kehidupan manusia.

“Menurut Andegurutta Prof Dr KH Nasaruddin Umar, maqashid syariah yang selama ini lima dapat ditambah menjadi enam, yaitu menjaga lingkungan. Karena hal ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup umat manusia di masa yang akan datang,” ujarnya.

Melalui momentum Iduladha tahun ini, Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan berharap nilai-nilai pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan demikian, semangat kurban tidak hanya menghadirkan manfaat bagi sesama manusia, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *